alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Baru Terima Vonis Hakim, Mutik Ratu Jual Beli Mobil Dipolisikan Lagi

12 Agustus 2020, 15: 00: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Mutik, terdakwa kasus penipuan jual beli kendaraan murah yang baru saja divonis 9 bulan penjara

Mutik, terdakwa kasus penipuan jual beli kendaraan murah yang baru saja divonis 9 bulan penjara (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Mutik, terdakwa kasus penipuan jual beli kendaraan murah yang baru saja divonis 9 bulan penjara terancam diseret lagi ke pengadilan. Itu sejumlah korban melayangkan laporan ke polisi.

”Kemarin saya sudah di BAP di polres, karena ada materi yang terlewatkan, maka saya buat surat pernyataan,” terang Tamuna, salah satu warga yang mengaku menjadi korban penipuan jual beli mobil kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Warga Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito menyebut, modus dugaan penipuan yang dilakukan Mutik sangat pintar. Untuk mengiming-imingi para korban, dia menawarkan harga mobil murah. ”Saya membeli mobil Datsun nopol S 1776 ZS kepada saudara Mutik secara tunai dengan harga Rp 75 juta,” terangnya.

Dia menambahkan, modusnya mobil yang dia beli atas nama SM yang disebut ibunya Mutik. Saat penyerahan kendaraan, Tamuna menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta selebihnya dengan tukar tambah mobil Altis 2001. ”Pembayaran tersebut diterima SM bersama Mutik dengan harga Rp 75 juta,” imbuhnya.

Meski sudah membayar tunai, BPKB kendaraan yang dibeli korban tetap ditahan. ”Janjinya nanti setelah 6 bulan keluar,” imbuhnya.

Dalam perjalanannya, mobil yang dia beli secara tunai tersebut teryata di leasingkan, sehingga tahu-tahu korban ditagih pihak leasing. ”Yang jadi beda STNK bukan atas nama saya tapi atas nama ortu Mutik. Jadi saya tidak tahu sama sekali kalau itu di-leasingkan,” tegasnya.

Tak hanya tertipu mobil, tamuna juga mengaku sebelumnya juga tertipu jual beli sepeda motor. ”Modusnya sama, di leasingkan,” tegasnya.

Merasa tertipu, Tamuna pun melaporkan kasusnya ke polisi. ”Selain saya sementara sudah ada 4 korban yang sudah melapor. Di luar itu korbannya masih banyak, ada kalau sekitar 20-an orang,” tandasnya.

Dia berharap, laporan terkait kasus dugaan jual beli mobil bisa segera diproses, sehingga Mutik bisa mendapat hukuman lebih berat. ”Sebab korbannya banyak, dulu sekitar 20 orang korbannya juga sudah hadir ke polres,” tandasnya.

Kowim, salah satu korban lainnya membenarkan sudah melayangkan laporan ke polisi. ”Rencana baru Besok (12/8) saya di BAP, kurang tahu sepertinya digilir satu minggu periksa satu korban,” singkatnya.

Polisi Benarkan Ada Laporan Susulan

SEMENTARA itu, saat dikonfirmasi terkait perkembangan laporan sejumlah korban lain dugaan penipuan jual beli murah yang mencatut nama Mutik, polisi tak menampik.

”Benar, jadi sampai sekarang kita masih memeriksa berkasnya yang dulu. Kita lihat dulu apakah ini memungkinkan untuk dilanjutkan dengan objek atau korban lain,” terang AKP Cristian Kosasih, Kasatreskrim Polres Jombang.

Cristian, membenarkan sempat ada pemanggilan untuk beberapa korban Mutik yang lain dalam kasus pembelian mobil yang juga korban penipuannya. Kendati demikian, pihaknya belum bersedia membeber lebih jauh tujuan pemanggilan kembali ini.

”Kemarin itu memang kita coba klarifikasi lagi kalau perkembangannya apa belum,” lanjutnya.

Termasuk saat disinggung perihal adanya orang lain yang sempat disebut Mutik menjadi bosnya dalam praktik jual beli kendaraan. Cristian menyebut akan tetap melakukan upaya untuk mengejar orang yang dimaksud itu. ”Yang jelas kita pastikan upaya kita tetap maksimal, pengejaran tetap kita lakukan kok,” pungkasnya.

Terpisah, Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Tedy Widodo belum bisa memberikan keterangan terkait sikap jaksa atas putusan hakim yang sebelumnya memvonis Mutik 9 bulan penjara terhadap.

”Kemarin kita masih pikir-pikir. Kita punya waktu tujuh hari setelah putusan untuk mengambil sikap apakah akan banding atau menerima putusan. Namun demikian, pihaknya terlebih dulu harus konsultasi ke pimpinan,” terang Tedy beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kajari Jombang Yulius Sigit Kristanto belum bisa memberikan jawaban terkait sikap jaksa penuntut terkait putusan terdakwa Mutik. ”Mohon maaf, saya masih dalam perjalanan ke luar kota,” singkat Kajari melalui pesan WhatsApp.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP