alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Gandeng PT Pertamina, BUMDes Purisemanding Plandaan Dirikan Pertashop

12 Agustus 2020, 07: 26: 49 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Nurbata, Kepala Desa Purisemanding

Nurbata, Kepala Desa Purisemanding (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pengembangan bumdes (Badan Usaha Milik Desa), bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Purisemanding, Kecamatan Plandaan jadi salah satu prioritas utama. Salah satu gebrakan yang dimiliki Pemdes Purisemanding mendirikan Pertashop dengan menggandeng PT Pertamina (Persero).

”Selama ini, bumdes di Purisemanding masih berkutat pada bisnis simpan pinjam, yang kita nilai kurang efektif. Hingga tahun ini, kita mencoba menghadirkan gebrakan, dengan membuat Pertashop kerja sama dengan PT Pertamina,” terang Nurbata, Kepala Desa Purisemanding kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Kehadiran Pertashop dari PT Pertamina sangat membantu warga, khususnya yang tempat tinggalnya jauh dari SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak), sebab warga lebih mudah mendapatkan BBM tanpa jauh-jauh ke SPBU.

Pengembangan bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Purisemanding, Kecamatan Plandaan, jadi salah satu prioritas utama. Salah satu gebrakannya adalah Pertashop.

Pengembangan bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Purisemanding, Kecamatan Plandaan, jadi salah satu prioritas utama. Salah satu gebrakannya adalah Pertashop. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Dia menambahkan, sebelumnya, proses kerja sama telah diawali dengan penawaran dan sejumlah survei. ”Setelah survei lokasi, Alhamdulillah, lokasi kita dipilih karena strategis dan dinilai layak untuk ditempati Pertashop,” lanjutnya.

Terlebih, kebutuhan BBM untuk kendaraan bermotor di wilayah Purisemanding juga terhitung besar. Dengan lokasi SPBU terdekat di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, ia menyebut keberadaan Pertashop yang dikelola bumdes sangat membantu warga.

”Apalagi yang kita jual pertamax, harganya juga Rp 9.000 sama dengan harga resmi di SPBU. Alat pompanya juga terjamin ukurannya karena sudah ditera. Jadi sekarang tentu bisa makin dekat, makin mudah dapat BBM untuk warga di sekitar Plandaan,” tambah Nurbata.

Sejak dibuka 7 Agustus 2020, Nurbata menyebut tanggapan masyarakat terkait program Pertashop cukup menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan serapan bahan bakar yang terjual selama empat hari terakhir disebutnya cukup memuaskan.

”Rata-rata kita bisa habiskan 400 liter per harinya. Tentu ini awalan yang baik,” lontarnya. Dia berharap, selain dapat membantu masyarakat, kehadiran Pertashop juga bisa menaikkan pendapatan bumdes.

”Kita tentu berharap ini bisa mengembangkan bumdes menjadi lebih besar dan lebih baik, PAD desa juga bertambah, ujung-ujungnya pasti perbaikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sendiri,” tandas Nurbata.

Berdayakan Pengecer BBM Lokal dengan Sistem Bagi Hasil

PROGRAM Pertashop yang dikelola Bumdes Purisemanding, Kecamatan Plandaan tak hanya melayani penjualan eceran saja. Saat ini, skema penjualan kepada toko atau pedagang BBM eceran di Desa Purisemanding sedang digodok.

”Benar, jadi selain eceran, untuk para tengkulak atau pengecer yang asli warga Desa Purisemanding juga akan diprioritaskan. Kita bahkan siapkan promo menarik ini untuk mereka,” terang Kepala Desa Purisemanding Nurbata.

Nurbata, menyebut promo ini adalah rencana pembagian margin keuntungan bagi pedagang BBM eceran. Selama ini, penjualan BBM di Purisemanding disebutnya masih menggunakan harga acak yang berbeda dengan harga di SPBU.

Sehingga nantinya, akan disiapkan mekanisme penjualan tidak dengan harga penuh. ”Jadi misalnya nanti untuk toko yang warga sini sendiri, kalau beli harganya tidak Rp 9.000 per liter, bisa kurang, sehingga mereka nantinya bisa menjual dengan harga Rp 9.000 per liter saat di konsumennya,” tambahnya.

Skema itu, disebutnya tidak akan merugikan baik bagi pedagang maupun bumdes, sebab, adanya sistem pembagian margin keuntungan. Dengan itu, keberadaan Pertashop disebutnya akan tetap membantu bagi pengecer BBM yang sudah ada di desa.

”Jadi kita tidak semata-mata jadi saingan atau membunuh, ini kita juga coba terapkan bagaimana seluruh masyarakat bisa mengambil keuntungan dari bumdes ini,” terang Nurbata.

Ke depan, selain Pertamax, pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan PT Pertamina untuk pengadaan BBM jenis lain seperti solar. ”Untuk Solar kemarin sudah kita bicarakan juga, pada dasarnya disetujui, tinggal menunggu waktu saja ini,” imbuhnya.

Terlebih, bahan bakar jenis solar, disebutnya juga jadi salah satu bahan bakar yang dicari warganya. ”Kebetulan sini kan mayoritas petani, alsintan kan rata-rata juga pakai solar, jadi kita juga kepinginnya mempermudah akses masyarakat untuk mendapat BBM jenis solar,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia