alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

34 OTG Isolasi Mandiri, Sebagian Desa di Jombang Belum Siap Tangani

11 Agustus 2020, 07: 44: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Kebijakan Pemkab Jombang menyerahkan pemantauan pasien reaktif rapid test dan pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala ke desa, secara perlahan mulai berjalan. Sejak awal bulan ini tercatat ada 34 pasien tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Sesuai data di dinas kesehatan kemarin ada sekitar 34 pasien tanpa gejala,” ujar dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang kemarin (10/8). Dari 34 pasien tanpa gejala itu paling banyak berada di Kecamatan Jombang sebanyak 14 orang.

Sisanya tersebar merata di sejumlah kecamatan lain misalnya Kecamatan Diwek empat orang, Ploso dua orang, Megaluh dua orang, serta Kecamatan Gudo dua orang. Untuk penempatannya, kata Pudji, paling banyak menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sebab, sesuai revisi lima Keputusan Menteri Kesehatan pasien yang tidak bergejala dapat menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. ”Namun pemantauan kita serahkan ke desa seiring ditetapkannya kampung tangguh oleh ibu bupati,” tambahnya.

Meski begitu, ia mengakui, ada sejumlah desa yang menyatakan belum siap mengenai kebijakan tersebut. Pihaknya telah memberikan arahan dan solusi mengenai kebijakan ini. ”Karena mereka tidak memantau sendiri, melainkan di-back up camat dengan pengawalan kesehatan dari puskesmas setempat,” jelas Direktur RSUD Jombang ini.

Menurut Pudji, ada beberapa alasan kenapa semua desa harus siap ikut terlibat dalam pemantauan dan penanganan pasien Covid-19, khususnya yang tanpa gejala. Pertama, jika tetap dilakukan isolasi tersentral maka masyarakat akan menganggap Covid-19 hanya ada di kota. Hal itu akan membuat kesadaran masyarakat untuk terapkan protokol kesehatan di desa semakin rendah.

Kedua, jika dilakukan isolasi tersentral maka dana APBD pemkab tidak akan cukup menangani pasien. ”Mengingat biaya untuk merawat mereka tidak sedikit,” papar dia. Itulah sebabnya, keterlibatan desa perlu dilakukan. Apalagi, kesadaran masyarakat untuk ikut andil memerangi Covid-19 kian tinggi.

”Begitupun bagi yang menjalani isolasi mandiri, kita ingatkan jangan sampai mereka tidak mematuhi aturan isolasi mandiri. Dan disinilah peran pemerintah desa kita butuhkan untuk ikut mengawasi mereka,” pungkas Pudji.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP