alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Tangan Kreatif Edi Santoso Sulap Koran Bekas Jadi Kerajinan Unik

10 Agustus 2020, 13: 06: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses daur ulang sampah kertas dan koran bekas menjadi kerajinan miniatur yang bernilai seni tinggi.

Proses daur ulang sampah kertas dan koran bekas menjadi kerajinan miniatur yang bernilai seni tinggi. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Edi Santoso, 40, pemuda asal Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, punya cara unik untuk mendaur ulang sampah kertas dan koran bekas. Dia berhasil mengolah sampah koran menjadi berbagai bentuk kerajinan miniatur yang bernilai tinggi.

Proses pembuatan miniatur ini berlokasi di sebuah rumah di Dusun Babatan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Saat Jawa Pos Radar Jombang mengunjunginya, ia sedang asyik memegang kertas koran bekas dan membuatnya menjadi lilitan-lilitan kecil. ”Ini kita sedang membuat miniatur,” ucap Edi Santoso, 40.

Edi dan temannya, sedang membuat karya seni berbahan limbah. Tumpukan koran bekas yang biasanya hanya jadi sampah, dia menfaatkan untuk membuat kerajinan. Prosesnya sederhana, lembaran koran dililit hingga membentuk semacam tali. ”Dililit ini biar mudah membentuknya,” lanjutnya.

Setelah lilitan koran ini jadi, Edi mulai membentuknya sesuai keinginan. Lilitan-lilitan ini mulai ditempel dan disusun mengikuti  konsep yang diinginkan. Misal kapal, harta karun, gitar hingga berbagai bentuk lainnya.

Tak butuh alat rumit untuk pembuatan miniatur ini. Edi, mengaku hanya mengandalkan beberapa pisau potong dan lem sebagai alat tambahan.

Setelah rampung, miniatur yang sudah jadi harus dijemur terlebih dahulu sampai benar-benar kering. Beberapa pelapisan tambahan menggunakan lem, disebutnya harus kembali dilakukan untuk membuat detail miniatur. ”Baru setelah itu dicat, dan siap dijual,” lontarnya.

Untuk satu buah miniatur, Edi menyebut membutuhkan bahan koran hingga 0,5 kilogram. Proses pembuatannya pun bisa berlangsung dua hingga tujuh hari. ”Ya tergantung bentuknya, misal miniatur kapal ukuran besar ini setengah kilo koran, kalau lebih kecil ya tidak sampai. Waktunya juga tergantung detailnya,” tambahnya.

Ia mamatok harga produk buatannya cukup terjangkau. Satu miniatur dari limbah kertas ini, dibaderol kisaran Rp 200 hingga Rp 400 ribu. ”Kalau pembelinya lebih banyak dari luar kota, biasanya dari Bali dan Jakarta rata-rata,” pungkasnya.

Model Terinspirasi dari Film

PRODUK kerajinan yang dibuat Edi memang unik. Tak seperti miniatur pada umumnya, dia lebih menekankan bentuk detail dan visual tambahan yang cenderung menampakkan fantasi dan imajinasi.

”Memang begitu, jadi kan kalau miniatur kapal sudah biasa, sudah banyak,” ungkapnya.

Selain miniatur gitar, dia salah satu produk kerajinan Edi yakni miniatur kapal rusak atau kapal karam. Selain itu, beberapa miniatur juga dibuatnya dengan tema hewan-hewan mitologi seperti naga juga harta karun.

Hal ini, menurut Edi tak lepas dari inspirasi pembuatan miniatur ini yang lebih banyak dari film ber-genre fantasi dan kartun. ”Ya, memang untuk modelnya, saya banyak meniru dari film kartun bajak laut, atau legenda-legenda naga begitu,” lanjutnya.

Dengan membuat karya yang berbeda, hal itu menjadikan produknya memiliki identitas tersendiri dan menjadi daya tarik pembeli. ”Jadi pembeli kan pasti melihat gambarnya, dan ternyata model yang begini menurut saya lebih laku dan cepat penjualannya,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP