alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Gugas PP Jombang Klaim Semua Kasur Posko Sudah Terkirim

10 Agustus 2020, 12: 39: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bantuan fasilitas kasur untuk posko siaga Covid-19 di desa.

Bantuan fasilitas kasur untuk posko siaga Covid-19 di desa. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Polemik terkait distribusi bantuan fasilitas kasur ke posko siaga desa terus menggelinding. Itu setelah tim gugas menyebut seluruh posko dapat jatah sama.

Agus Purnomo Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang mengatakan, seluruh bantuan fasilitas kasur ke masing-masing posko siaga desa sudah terdistrisbusikan. “Jadi kasur dan bantal ini pendistribusiannya kemarin ke sekolah, tinggal melihat posisi sekarang ada dimana. Apakah masih di sekolah atau di desa,” kata Agus Minggu (9/8) kemarin.

Dijelaskan, pendistribusian kasur dan bantal itu semula lokasinya berada posko yang ditempatkan di gedung sekolah di maisng-masing desa. “Makanya itu yang terima dulu itu sekolah, karena waktu itu kan ada posko. Kalau semisal dibutuhkan desa bisa diserahkan, kalau tidak dibutuhkan ya posisinya masih di sekolah masing-masing,” imbuh dia.

Terkait desa di Kecamatan Sumobito yang hampir seluruhnya beli menurut Agus, diperkirakan saat itu kasur dari gugas belum diterima ke pihak sekolah. “Intinya semua tetap dapat. Karena langsung kita distribusikan, bisa jadi di sana sebelum ada pengadaan dari gugus tugas, desa sudah mengadakan sendiri,” sambung Agus.

Itu setelah untuk pengadaan kasur gugas disebutnya, sempat telat. “Soalnya waktu itu kan agak telat. Akhirnya desa mungkin terlanjut beli sendiri, kemudian dari gugus tugas datang,” ungkap dia.

Seandainya dibutuhkan desa lanjut dia, kasur yang berada di sekolah bisa dipakai. “Lokasi awal ada di SD, kalau sekarang dibutuhkan desa ya silakan dipakai. Ke depan misal sudah tidak dipergunakan mungkin akan dipakai untuk UKS. Tetapi, sampai saat ini fokusnya tetap dipakai untuk penanganan Covid-19,” pungkas Agus.

Sebelumnya, pengadaan kasur posko siaga dari Gugas PP Covid-19 Jombang yang didistribusikan ke desa-desa, ternyata tak merata. Diketahui, banyak desa yang tidak mendapat kasur untuk posko siaga Covid-19 yang berada di SD tersebut.

Di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito misalnya, tidak ada kasur yang terdistribusi ke desa. Untuk melengkapi posko siaga, pihak desa membeli kasur sendiri dari dana desa. “Di sini kasur beli sendiri, tidak ada bantuan dari kabupaten,” kata Mulyadi Kades Jombok kepada koran ini Jumat (7/8).

Dia sendiri tak mengetahui persis alasan desanya tidak menerima kasur. “Dulu pernah tanya ke kabupaten katanya ada bantuan kasur. Ternyata sampai sekarang tidak ada,” imbuhnya. Lantaran tidak ada kasur yang datang itulah pihaknya kemudian menganggarkan sendiri.

Untuk diketahui, pengadaan kasur Gugas PP Covid-19 Jombang hampir bersamaan dengan pengadaan tandon cuci tangan akhir April lalu. Jumlah kasur dan bantal masing-masing 604 yang diberikan masing-masing desa.

Masing-masing desa mendapat jatah dua kasur dan dua bantal. Kasur dan bantal itu ditempatkan di SD karena posko Covid-19 untuk karantina pendatang dari luar.

Anggaran yang direncanakan saat itu untuk satu paket kasur dan bantal senilai Rp 500 ribu, sehingga total anggaran pengadaan mencapai Rp 302 juta. Dengan rincian kasur spons merek pasific foam dengan tebal 10 sentimeter, lebar 90 sentimeter dan panjang 200 sentimeter. Sedangkan bantal berbahan silikon.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP