alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Disdikbud Jombang Kampanye Protokol Kesehatan Lewat Wayang Virtual

10 Agustus 2020, 06: 31: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

LIVE: Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Aula 1 kemarin malam.

LIVE: Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Aula 1 kemarin malam. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melestarikan budaya peninggalan nenek moyang. Bersamaan menyambut 1 Muharam menggelar pementasan kesenian wayang kulit secara daring Sabtu (8/8).

Selain menjadi hiburan menarik, masyarakat juga banyak diberikan wawasan terkait protokol pencegahan Covid-19 dari dalang Ki H Waras Asmoro.

Plt Kepala Bidang Kebudayaan Anom Antono menjelaskan, pagelaran wayang kulit merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. ”Tahun ini karena pandemi kita gelar tanpa penonton. Namun penonton tetap bisa menyaksikan dari rumah melalui siaran yang kami tunjukkan secara live,” ujar dia di lokasi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pagelaran dimulai pukul 20.00 tersebut menghadirkan dalang Ki H Waras Asmoro beserta kelompok kesenian wayang kulit asli asal Dusun Prembukan, Desa Watudakon Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Karena di masa pandemi, penataan alat musik hingga seluruh kru yang terlibat tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Misalnya, menggunakan masker, duduk berjarak hingga sinden menggunakan faceshield agar suara merdunya dapat didengar penonton lewat siaran online.

”Selain upaya untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan semangat dan motivasi kepada teman-teman seni agar tetap berkreasi di tengah pandemi,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang bintang tamu Cak Slendro dan Yogi Bagong asal Kota Madiun. Keduanya merupakan limbuk cangik yang cukup tersohor di dunia panggung seni. ”Mereka juga mensosialisasikan bagaimana cara pencegahan Covid-19, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada penonton,” jelas dia.

Cerita wayang kulit yang dibawakan dalang Ki H Waras Asmoro juga dikemas dengan cerita kurawa dan pandawa yang berjuang mencegah penularan Covid-19.

”Cerita yang kita sampaikan berbeda, kali ini kita membawakan cerita “Wahyu Tirta Usada yang artinya mengharap keberkahan berupa wahyu untuk menyingkirkan bala Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P dan K Jombang Agus Purmono menyampaikan, banyak cara dilakukan untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan pentas wayang kulit.

”Jadi selain upaya melestarikan budaya, di dalam pentas ini kita sisipkan nilai nilai kehidupan tentang protokol pencegahan Covid-19,” jelas Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang.

Dengan konsep virtual, diharapkan bisa menjadi contoh dinas atau SKPD lain untuk mengadakan program yang dilaksanakan secara daring. ”Salah satu upaya mencegah penularan Covid-19 kan mengurangi kegiatan tatap muka. Sehingga kita adakan secara virtual,” pungkasnya.

Bupati Mundjidah Mengapresiasi

SEMENTARA itu, kegiatan pementasan kesenian wayang kulit secara virtual yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mendapat apresiasi dari Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah.

Kegiatan itu sejalan dengan visi misi Pemkab Jombang berkarakter dan berdaya saing. ”Ini adalah upaya kita untuk melestarikan budaya, sehingga tetap dikenal generasi muda,” ujar Bupati Mundjidah kemarin (9/8).

Bupati Mundjidah menambahkan, program pementasan kesenian wayang kulit merupakan salah satu program Jombang Berkadang. Dimana salah satunya, pelestarian dan pengembangan kesenian lokal, religi dan olahraga. ”Ini sebagai upaya untuk melestarikan budaya kita,” tambahnya.

Meski disaksikan secara daring, nilai sejarah dan budaya wayang kulit yang dibawakan Ki Waras Asmoro asal Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben ini tetap mengena. ”Ini merupakan pentas wayang kulit yang kita gelar secara daring pertama kali,” papar dia.

Dengan sosialisasi pencegahan Covid-19 yang disampaikan dalam cerita wayang itu, diharapkan masyarakat lebih sadar untuk mencegah penularan Covid-19 dengan rutin memakai masker, physical distancing maupun menjaga pola hidup bersih dan sehat.

”Harapannya semoga nilai-nilai yang disampaikan dari pertunjukan tersebut dapat dicermati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP