alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Melihat Proses Produksi Kubah Masjid di Desa Krembangan Gudo

09 Agustus 2020, 09: 41: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pembuat kubah masjid di Jombang cukup banyak. Salah satunya milik Aris Darmawan di Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo yang mempunyai tiga model.

Pembuat kubah masjid di Jombang cukup banyak. Salah satunya milik Aris Darmawan di Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo yang mempunyai tiga model. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Pembuat kubah masjid di Jombang cukup banyak. Salah satunya milik Aris Darmawan di Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo yang mempunyai tiga model.

JOMBANG - Dari kejauhan kubah masjid nampak berjajar di pinggir jalan Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo. Ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil dengan model tertentu. Sebagian sudah diwarnai. Beberapa diantaranya kubah dibiarkan polos.

Tak jauh dari kubah, nampak seorang lelaki sibuk dengan alat paku angin. Panel kubah yang masih berbentuk kotak kecil itu ditempelkan pada kerangka kubah. Tak lama kemudian, tangan kanannya mengoperasikan paku angin.

Ya, itulah Aris Darmawan salah seorang perajin kubah masjid yang setiap hari mengerjakan pesanan pelanggan. “Ini setengah jadi, proses pemasangan panel dari galvalum,” katanya membuka pembicaraan dengan koran ini Sabtu kemarin (8/8).

Diceritakan, pembuatan kubah masjid di bengkel depan rumahnya terhitung baru. Sekitar dua tahunan. “Tapi dulu, sekitar 2013 lalu, sudah ikut orang membuat kubah masjid. Setelah bisa dan mengerti, buka bengkel sendiri dua tahun ini,” imbuhnya.

Sembari melanjutkan aktivitas, ia mengaku pembuatan kubah masjid butuh waktu cukup lama. Tergantung ukuran kubah yang dipesan. “Jadi dilihat diameter dan tinggi kubahnya. Kalau model bawang agak kecil ini antara dua sampai tiga mingguan,” ungkap lelaki usia 41 tahun ini.

Kubah masjid yang dihasilkan mayoritas dari galvalum. “Sebenarnya tergantung pesanan, terkadang juga buat panel dari enamel,” beber dia. Bahan yang digunakan dua macam, masing-masing galvalum dan enamel. Untuk enamel misalnya, berbentuk lebih tebal. “Kalau kerangka pakai pipa galvanis,” sambung Aris.

Kendati begitu, tak seluruh kubah dikerjakan di bengkelnya. Terkadang dia dibantu lima orang pekerja, untuk proses merangkai kerangka hingga pemasangan panel yang dilakukan di lokasi masjid. “Khusus ukuran kubah yang besar diameter sampai lima meter seluruh pekerjaan di lokasi. Kalau yang kecil seperti ini digarap di sini,” bebernya sembari menunjukkan kubah model bawangan.

Biasanya, ada tiga model yang dia kerjakan. Masing-masing kubah dengan model bawang, tiga perempat dan setengah bola. “Paling mahal ini model bawang, karena pekerjaannya lebih rumit. Mulai kerangka, lalu pemasangan panel juga harus teliti, apalagi kalau pakai enamel. Buat panelnya saja bisa satu minggu lebih,” ungkap Aris.

Saat ditanya pesanan, ia mengaku terjadi pada momen tertentu seperti menjelang Lebaran atau Idul Adha. “Bisa mengerjakan sampai dua kubah, kalau sekarang satu bulan minimal ada satu pesanan,” pungkasnya.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP