alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

BLT DD Sampai Desember, Menteri Desa PDTT: Tambah Rp 53 Miliar

09 Agustus 2020, 08: 55: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) rencana akan diperpanjang sampai akhir tahun. Untuk menutupi kekurangannya, kini diusulkan dana tambahan sebesar Rp 53 miliar.

Penegasan itu disampaikan saat paparan sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah bersama Bupati Jombang dan jajaran kepala OPD di ruang Bung Tomo, Sabtu kemarin (8/8). Halim menyebut, BLT DD tahap pertama atau termin pertama sebesar Rp 600 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) sudah terealisasi. Disusul BLT DD termin kedua akan diberikan sebesar Rp 300 ribu dan termin ketiga juga akan diberikan Rp 300 ribu per KPM.

”Namun kalau disalurkan sampai Desember, ada 550 desa yang DD-nya habis tidak cukup,” ujar dia. Sebab, DD untuk 550 desa dari 33 provinsi ini cair lebih awal dari biasanya. Untuk menutupi kekurangan itu, pihaknya mengaku sudah menyampaikan ke Menteri Keuangan guna mengatasi kekurangannya. ”Kita sampaikan ke Menkeu kekurangan Rp 53 miliar ini. Sehingga seluruh desa di Indonesia akan bisa merasakan BLT DD sampai Desember nanti,” paparnya.

Halim menilai langkah ini sangat penting diupayakan. Sebab, dalam pandemi Covid-19 upaya menaikkan daya beli ekonomi di tingkat masyarakat harus tetap berjalan. ”Kalau daya beli naik, maka ekonomi kita jadi surplus,” tandas dia.

Di sisi lain, Mendes PDTT juga menyiapkan dana sebesar Rp 36 triliun untuk program padat karya tunai desa dan pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes. ”Padat karya tunai ini kami upayakan untuk menumbuhkan ekonomi,” ujar Halim.

Sebagai gambaran program tersebut dilakukan dengan pembuatan masker. Dengan program itu akan banyak pihak yang terlibat, khususnya masyarakat kurang mampu. ”Karena kita kemarin ada gerakan setengah miliar masker, nanti dananya digunakan untuk ongkos kerja dan lain sebagainya,” jelas dia.

Ditambahkan, program padat karya tunai desa dan pemberdayaan ekonomi ditujukan bagi masyarakat miskin, menganggur maupun perempuan kepala keluarga. ”Ini kita rencakan jalan di Agustus September,” paparnya.

Disinggung pendataan kelompok atau warga yang menerima program ini, Halim menyebut diserahkan desa masing-masing. Pihaknya memberi kewenangan ke pihak desa. ”Yang penting dilaksanakan musdes (musyawarah desa), untuk pendataan, kami berikan kewenangannya ke desa,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP