alexametrics
Selasa, 29 Sep 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Mencicipi Lezatnya Sate Kuda yang Dipercaya Punya Khasiat Khusus

08 Agustus 2020, 09: 14: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Olahan sate kuda. Untuk menghasilkan rasa khas, daging kuda yang dimasak, khusus kuda Sumbawa.

Olahan sate kuda. Untuk menghasilkan rasa khas, daging kuda yang dimasak, khusus kuda Sumbawa. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Salah satu warung di Jombang mempertahankan menu olahan sate kuda. Untuk menghasilkan rasa khas, daging kuda yang dimasak, khusus kuda Sumbawa.

Sebuah papan menu yang dipajang di rumah makan terlihat tak biasa. Ada menu sate kuda. Di dalam warung, seorang pekerja terlihat sibuk menghadap panggangan sate. Daging berwarna merah pekat di atas tusukan lidi itu dijejer di atas piring.

“Ini mau membakar menu andalan, sate kuda,” terang Bayu Wijayanto, pemilik warung. Disebut menu andalan karena memang telah disediakan sejak 1997 lalu. Ia sendiri merupakan  generasi kedua yang melanjutkan usaha.

Bayu mengaku mendatangkan daging kuda dari Kediri. Ia, memiliki penjagal khusus yang biasa menyediakan daging kuda untuk diambil setiap minggu. “Menyembelihnya hanya ada di Kediri, kalau kudanya didatangkan langsung dari Sumbawa NTT,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, rasa sate daging kuda memang nyaris tak berbeda dengan tekstur sate sapi ataupun sate kambing. Hanya saja, yang paling menonjol adalah tak ada lemak pada sate kuda seperti kebanyakan sate daging lain.

“Bedanya kelihatan waktu masih mentah, warna dagingnya lebih merah. Rasanya juga lebih kesat, karena tidak ada lemak, jadi satenya daging semua,” tambahnya.

Proses pembuatan sate kuda ini tak berbeda dengan pembuatan sate lain. Diawali dengan memotong daging kuda menjadi bentuk dadu, lalu ditusuk menggunakan lidi yang sudah disiapkan. Di setiap tusuk, diisi tiga hingga empat potongan daging kuda brgantung ukuran.

“Kalau sudah baru direndam dengan sari nanas, supaya empuk karena tekstur daging kuda lebih alot, setelah itu dibakar diatas bara sampai lima menit,” lanjut dia.

Setelah matang, sate siap dihidangkan dengan bumbu kacang dan kecap lengkap dengan irisan bawang merah. “Cuma yang berbeda, bumbu kacangnya ditambah kacang mede, jadi lebih gurih rasanya,” rinci dia. Selain rasanya khas, sate kuda buatannya punya langganan khusus.

“Kan memang diyakini ada khasiat khususnya untuk kesehatan,” tambah Bayu.

Daging kuda diyakini sebagian orang bermanfaat untuk menambah vitalitas dan menghilangkan pegal linu. Selain itu, ada yang digunakan untuk pengobatan. “Ada yang buat obat sesak nafas, ada juga pelanggan dari Wonosalam dulu untuk obat eksim anaknya,” pungkas dia.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP