alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Mutik Terdakwa Penipuan Jual Beli Mobil Hanya Divonis 9 Bulan Penjara

07 Agustus 2020, 08: 56: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sidang dengan sistem online ini diikuti Mutik dari Lapas Jombang. Sementara majelis hakim memimpin sidang dari PN Jombang, dan JPU mengikuti sidang dari Kejaksaan Negeri Jombang. Sedangkan pengacara, mengikuti sidang di kantornya sendiri.

Sidang dengan sistem online ini diikuti Mutik dari Lapas Jombang. Sementara majelis hakim memimpin sidang dari PN Jombang, dan JPU mengikuti sidang dari Kejaksaan Negeri Jombang. Sedangkan pengacara, mengikuti sidang di kantornya sendiri. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Mutik, terdakwa kasus penipuan jual beli mobil murah akhirnya menjalani sidang vonis, Kamis kemarin (6/8). Majelis hakim PN Jombang, dalam putusannya hanya menghukum 9 bulan kurungan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan sebelumnya.

Sidang dengan sistem online ini diikuti Mutik dari Lapas Jombang. Sementara majelis hakim memimpin sidang dari PN Jombang, dan JPU mengikuti sidang dari Kejaksaan Negeri Jombang. Sedangkan pengacara, mengikuti sidang di kantornya sendiri.

“Menjatuhkan hukuman selama 9 bulan penjara, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa,” ucap Anry Widyo Laksono, Ketua Majelis Hakim PN Jombang saat membacakan putusan kemarin.

Dalam pertimbangan hukumnya, majlis hakim menyebut Mutik secara sah dan meyakinkan bersalah dalam perbuatan melawan hukum dengan turut serta melakukan penipuan dalam pembelian kendaraan bermotor dan melanggar pasal 378 KUHP serta pasal 55 ayat 1 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan Mutik telah menikmati hasil kejahatannya selama ini. Sementara hal yang meringankan, ia telah menyesali perbuatannya dan belum pernah dijatuhi hukuman pidana. “Pertimbangan yang lain karena terdakwa sudah mengembalikan uang pengganti kepada korban sebesar Rp 49 juta,” lanjutnya.

Selama persidangan, wajah tegang Mutik dan pengacaranya terlihat jelas. Namun usai majelis hakim membacakan vonis, perasaan lega nampak muncul. Mutik pun langsung menyatakan menerima vonis tersebut. “Saya menerima putusan yang mulia,” ucap dia tegas.

Namun, sikap berbeda ditunjukkan JPU dari Kejari Jombang. Sebab, putusan yang dibacakan majelis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya, yang menuntut dengan hukuman 1,5 tahun penjara. “Kami menyatakan pikir-pikir yang mulia,” ucap JPU Tedhy Widodo.

Usai persidangan, ia menyebut akan terlebih dahulu membahas perihal putusan majlis hakim dengan jaksa lain dan pimpinan. “Kami punya waktu tujuh hari untuk menentukan sikap setelah menyatakan pikir-pikir,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP