alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tuding Lemot Tangani Pasien Bersalin, FRMJ Minta RS PMC Tanggung Jawab

07 Agustus 2020, 08: 39: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Joko Fatah Rochim, koordinator FRMJ

Joko Fatah Rochim, koordinator FRMJ (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Meninggalnya seorang bayi asal Sumobito karena dugaan penelantaran di RS PMC Jombang, dinilai sejumlah kalangan bisa memicu trauma di masyarakat. Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) sangat menyayangkan peristiwa ini, dan meminta pihak rumah sakit bertanggung jawab.

“Kejadian ini tentu sangat menyedihkan, bagaimana bisa pasien dilayani telat hanya karena dia reaktif dalam rapid test,” ucap Joko Fatah Rochim, koordinator FRMJ. Ia menilai, bayi yang tak segera diberikan pertolongan pertama setelah lahir, tentu sebuah tragedi yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Rumah sakit, harusnya sudah memiliki SOP yang jelas dan tak membedakan pasien hanya karena hal yang belum tentu kebenarannya. “Reaktif pada rapid test kan belum berarti positif Covid-19, jadi seharusnya penanganan tetap bisa optimal. Tidak boleh dibedakan, toh sudah ada APD,” katanya.

Kejadian itu menambah daftar panjang orang-orang yang dinyatakan reaktif dalam rapid test yang mendapat perlakuan berbeda di Kabupaten Jombang. “Saya hitung sudah dua kejadian yang ujungnya kematian, terkait ibu hamil yang reaktif. sebelumnya pernah di RS swasta lain,” lanjut dia.

Terlebih, kejadian ini bisa saja memicu ketakutan dan trauma bagi banyak ibu hamil yang akan melahirkan di rumah sakit. Dengan dugaan penelantaran karena reaktif, akan banyak ibu hamil yang malas memeriksakan diri. “Sudah banyak pesan yang masuk ke saya perihal ini, mereka semua takut. Dan penyebabnya juga rumah sakit sendiri,” tambahnya.

Untuk itu ia berharap, kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi. Dia mendesak Dinas Kesehatan Jombang ikut menindaklanjuti peristiwa persalinan ini. “Meskipun ini rumah sakit swasta, saya yakin mereka harus tunduk pada aturan yang berlaku. Kejadian ini harus jadi pelajaran, dan harus ada penindakan serius dari pejabat berwenang,” pungkas Fatah.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP