alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Kasus Bayi Meninggal di RS PMC, IDI Jombang Dorong Audit Internal

07 Agustus 2020, 08: 35: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (PMC) Jombang

Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (PMC) Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pelayanan di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (PMC) Jombang perlu dievaluasi. Menyusul keluhan pasien asal Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito yang menjalani persalinan seorang diri hingga membuat jabang bayi meninggal Selasa (4/8).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang bakal segera memberikan rekomendasi setelah dilakukan audit internal. “Saya baru mendengar informasi dari koran, kami juga ikut prihatian,” kata Ketua IDI Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain kemarin (6/8).

Secara rinci, dirinya tak mengetahui apa yang menyebabkan si jabang bayi meninggal dunia. Namun, jika pelayanan yang dikeluhkan pasien benar, maka pihak rumah sakit diminta melakukan audit internal untuk mengetahui titik lemah pelayanannya.

“Kita harapkan internal RS Pelengkap betul-betul melakukan audit internal, sehingga diketahui ada titik lemah seperti apa,” papar dia.

Misalnya, lanjut Iskandar, titik lemah pelayanan terdapat pada penempatan/pemilihan ruang yang ada di rumah sakit sehingga membuat respons petugas jadi terhambat. “Gambarannya begini, ketika ruang isolasi diletakan di lantai III, namun ruang petugas di lantai I, tentu merepotkan. Itu yang membuat respons time menjadi lambat,” bebernya.

Sejauh ini, audit internal belum dilakukan. Menurut dia, biasanya jika ada kasus persalinan ibu dan bayi, maka ada audit internal dilakukan Dinas Kesehatan. “Dalam audit itu nanti biasanya kita diundang, sehingga tahu kejadian sebenarnya seperti apa. Semua pihak mulai perawat, petugas, rekam medis akan terungkap dari audit internal tersebut,” jelas dia.

Dari audit itulah nanti bakal diketahui titik lemah pada proses persalinan ibu dan bayi. “Kemudian kita akan memberikan rekomendasi setelah diketahui titik lemahnya,” pungkas Iskandar.

Dr M Sjarifudin Ketua Satgas Covid-19 IDI Jombang menyampaikan, sesuai protokol Covid-19 setiap ibu hamil yang akan melakukan proses persalinan, akan di-rapid test. Jika ada gejala, sebaiknya menjalani persalinan di rumah sakit yang siap melayani dengan protokol Covid-19.

Namun bagi yang tidak bergejala, boleh di rumah sakit manapun. “Sesuai dengan Keputusan Menkes memang seperti itu,” ujarnya.

Dia menyampaikan, ada beberapa rumah sakit yang menyatakan kesiapannya untuk melayani kesehatan sesuai protokol Covid-19. “Ada 3 rumah sakit yang sudah menjadi rujukan Covid-19 sesuai SK Gubernur Jatim yakni RSI Jombang, RSUD Jombang dan RSNU Jombang. Lalu ada RS penyangga yakni RSUD Ploso, RSK Mojowarno dan RS Unipdu,” beber dia.

Dari informasi yang dia terima, memang RS Pelengkap belum menyampaikan kesiapan baik dari segi SDM maupun pelayanan.

“Mengenai kejadian yang terjadi kami kurang tahu seperti apa, namun yang jelas untuk ibu yang akan melakukan proses persalinan disarankan ke RS penyangga atau RS rujukan. Sehingga dari segi SDM dan pelayanan sudah siap,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP