alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Dianggap Lalai Tangani Pasien Persalinan, DPRD Semprit RS PMC Jombang

06 Agustus 2020, 08: 14: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Gedung DPRD Jombang

ILUSTRASI: Gedung DPRD Jombang (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Kasus meninggalnya bayi asal Sumobito di RS Pelengkap Medical Center (PMC) tak luput dari sorotan keras kalangan DPRD Jombang.

Sikap cuek atau tidak berani yang kemudian lalai dengan tugas yang diemban pihak rumah sakit, disebut bisa diproses secara hukum. ”Yang jelas kami sangat menyayangkan kejadian ini,” ujar M Syarif Hidayatullah Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang kemarin (6/8).

Apabila keluhan yang disampaikan keluarga pasien benar adanya, maka ada kesalahan tanggung jawab yang diemban pihak rumah sakit swasta tersebut. Langkah rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan maksimal hingga meninggal dunia, maka bisa diproses hukum.

“Apabila benar ya harus diproses hukum, karena masyarakat punya hak untuk mendapat pelayanan,” tegasnya. Dia menyebut, sudah semestinya pelayanan kepada masyarakat tetap diutamakan.

Meski hasil rapid test menunjukkan reaktif, maka tidak serta merta melalaikan tugas dan kewajiban untuk tetap memberikan pelayanan yang baik.

”Kan bisa dialihkan ke RSUD atau seperti apa, jangan dibiarkan begitu saja,” sindir dia dengan nada geram. Ke depan, dia meminta peristiwa tersebut tidak sampai terulang  kembali. Lebih lanjut dirinya akan membahas persoalan ini di internal komisi.

”Untuk melakukan pemanggilan direktur rumah sakit tersebut, biar ada penjelasan klarifikasinya seperti apa,” ungkap Sentot, sapaan akrabnya. 

Hal senada juga disampaikan Mustofa, anggota Komisi D yang menganggap sikap lalai dari pihak rumah sakit bisa diproses secara hukum. ”Karena lalai dalam memberikan pelayanan,” tegasnya. Mengaca dari pengalaman ini di saat pandemi seperti sekarang, pelayanan sebagai tugas dan kewajiban harus tetap dinomorsatukan.

Ia juga me-warning ke semua rumah sakit yang ada di Jombang untuk tetap memberikan pelayanan maksimal, meski pasien dinyatakan Covid-19 atau lain sebagainya. Gunakan langkah tercepat dalam menangani pasien. Apalagi kali ini pasien persalinan.

”Apabila tidak sanggup segera dirujuk ke RSUD Jombang. Jadi intinya jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” pungkas Mustofa.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP