alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Kasus Bayi Meninggal, RS PMC Jombang: Proses Kelahiran Telalu Cepat

06 Agustus 2020, 08: 13: 14 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Dr Galih Endradita, Direktur RS Pelengkap Medical Center Jombang

Dr Galih Endradita, Direktur RS Pelengkap Medical Center Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Dr Galih Endradita, Direktur RS Pelengkap Medical Center Jombang ketika dikonfirmasi perihal kasus meninggalnya seorang bayi dari ibu reaktif, membantah jika tak ada penanganan dari tim medis.

Pihaknya menyebut bayi meninggal karena proses persalinan ibunya terlalu cepat. ”Kami sudah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan, mulai dari IGD sampai di ruang Darusalam (ruang khusus isolasi, Red),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (5/8).

Menurutnya, dugaan awal si bayi meninggal karena persalinan terlalu cepat. Hal itu diketahui dari tahapan pembukaan saat masuk IGD. 

Saat masuk di ruangan tersebut, bukaan pertama. Untuk menuju bukaan sepuluh (lengkap, Red) membutuhkan waktu normal antara enam sampai delapan jam. ”Waktu di IGD itu bukaannya masih 1 centimeter, sedangkan menuju bukaan lengkap biasanya 10 centimeter dan itu membutuhkan waktu 6-8 jam,” papar dia. 

Saat berada di IGD, lanjutnya, pasien tersebut masih dalam masa observasi. Artinya, secara normal masih harus menunggu beberapa jam untuk menuju bukaan berikutnya. ”Namun yang terjadi proses kelahiran ini begitu cepat sehingga saat bayi keluar kita berupaya melakukan resusitasi ,” dalihnya. 

Namun setelah upaya resusitasi atau pertolongan pertama pemberian napas dilakukan, si bayi tidak merespons. ”Kami ikut berbelasungkawa, setelah kami lakukan upaya resusitasi namun bayi meninggal dunia,” tambah dia.

Galih mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menangani persalinan tersebut. ”Misalnya ada satu dua bagian kami untuk memperbaiki pelayanan di rumah sakit,” jelasnya. 

Pihak rumah sakit juga belum bisa memastikan apakah bayi tersebut meninggal di dalam atau luar kandungan. Dia mengatakan, masih menunggu audit terhadap persalinan bayi tersebut. ”Kalau peyebab meninggal kami belum bisa tentukan, jadi hasil audit itu nanti akan menjadi dasar penyebab kematian dari si bayi,” pungkas dia.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP