alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kasus Pembunuhan di Rejoslamet, Ibu 21 Sayatan, Anak Pecah Tengkorak

05 Agustus 2020, 07: 12: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Safa'at, pelaku pembunuhan istri dan pembacokan anak saat berada di Mapolres Jombang.

Safa'at, pelaku pembunuhan istri dan pembacokan anak saat berada di Mapolres Jombang. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Hasil otopsi terhadap jenazah Sri Istuningati, 48 yang dibunuh suaminya sendiri akhirnya keluar. Polisi menyebut ditemukan puluhan sayatan di bagian kepala yang jumlahnya hingga 21 kali. Sementara sang anak menderita patah tulang tengkorak.

“Jadi hasilnya begitu, kematian korban diakibatkan kehabisan darah setelah pendarahan hebat di bagian leher akibat sayatan,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Cristian Kosasih kemarin.

Dari hasil otopsi itulah diketahui ada puluhan luka bacok dan luka sayatan di bagian kepala korban. “Total ada 21 sayatan di bagian kepala, paling parah di leher yang paling fatal,” tambahnya. 

Cristian menyebut, usai dilakukan otopsi, jenazah korban sudah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihanya juga menyebut hingga kemarin belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Noval, 19, sang anak yang turut menjadi korban oleh bapaknya sendiri. “Pemeriksaan anaknya belum, kita tunggu dia kondisinya stabil dulu,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi Noval setelah sehari dirawat dalam kondisi kritis di RSK Mojowarno, telah dipindahkan perawatannya ke RSUD Jombang. “Memang sejak Minggu (2/8) ada pasien masuk dari Mojowarno atas nama Noval,” terang dr Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang.

Saat tiba di RSUD Jombang, Noval dalam kondisi yang cukup parah. Noval disebutnya mengalami trauma tumpul pada kepala akibat benda tajam. “Kondisinya mengalami patah pada tengkorak di bagian pelipis. Jadi memang belum tentu ada luka luar, namun kodnisi itu yang paling parah,” lanjutnya.

Tulang tengkorak yang patah itu, jelas Pudji, bisa berujung pada kematian. Terlebih pecahan tengkorak bisa saja melukai bagian otak dan syaraf yang memicu hilangnya kesadaran. “Untung sampai sekarang kondisi kesadarannya masih baik, syarafnya juga belum ada gangguan,” rincinya.

Kendati demikian, ia menyebut Noval hingga kini masih dalam pengawasan dokter. “Termasuk kemungkinan perlunya ada operasi atau tidak, kita masih konsultasikan dengan dokter bedah syaraf,” pungkas dia.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP