alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

10 Pejabat Pemkab Beserta Istri Masih Terkonfirmasi Positif Covid-19

05 Agustus 2020, 06: 58: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Masa perawatan 14 hari untuk sepuluh pasien dari kalangan pejabat dan istri di RSUD Jombang, ternyata  belum ada tanda-tanda dipulangkan. Ini setelah hasil uji swab kedua, seluruhnya masih menunjukkan positif. 

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, dari hasil observasi kondisi para pejabat yang terkonfirmasi Covid-19 itu masih membutuhkan perawatan cukup lama. Termasuk Sekdakab Akhmad Jazuli yang diperkirakan butuh waktu hingga dua minggu ke depan, sampai benar-benar dinyatakan stabil. 

”Ini tadi kita konsultasikan dengan tim ahli mengenai kondisi pak sekda mungkin butuh waktu dua minggu dirawat. Karena hasil observasi pemeriksaan masih kurang bagus,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang. Secara klinis, lanjutnya, memang ada perkembangan. Selain sudah dapat diajak berkomunikasi, nafsu makan juga sudah meningkat. ”Namun secara objektif masih butuh perawatan dan pemantauan,” tambahnya. 

Ia menambahkan, dari total 10 pasien dari kalangan pejabat beserta istri yang berada di RSUD Jombang, hanya satu yang kondisinya dilaporkan stabil. Yakni Kabag Pemerintahan Bambang Sriyadi. Meski begitu, Pudji mengaku belum bisa memulangkan Bambang karena dari uji swab kedua masih positif. ”Sembilan pasien termasuk istri bapak-bapak yang kami rawat masih butuh perawatan,” jelas dia. 

Biasanya, lanjut Pudji, pasien tanpa gejala biasanya paling lama menjalani masa isolasi selama 14 hari hingga dinyatakan tidak berpotensi menular. Namun kondisi ini berbeda dengan 10 pasien dari kalangan pejabat beserta istri. Sebab, semuanya mengalami gejala hingga membutuhkan perawatan medis cukup lama. ”Biasanya evaluasi kesembuhan 14 hari, namun kita tidak bisa menyamakan dengan yang memiliki gejala,” jelasnya lagi.

Ditambahkan, sepuluh pasien dari kalangan pejabat tersebut sudah menjalani uji swab lanjutan kedua. Hasilnya semua masih positif. ”Untuk swab ketiga belum kita jadwalkan, kita menunggu perkembangan dulu,” pungkas Pudji. 

Sebelumnya total ada sebelas pejabat lingkup Pemkab Jombang beserta istri yang terkonfirmasi Covid-19. Selain  Sekdakab Akhmad Jazuli beserta istri Nuriyatin, Kepala Dispendukcapil Masduqi Zakaria beserta istri Dyah Zakaria, Sri Saleh (istri Kepala Dinsos), Kabag Pemerintahan Bambang Sriyadi beserta istri Yayan Sriyadi, dr Heri Wibowo beserta istri Ririn Probowati dan Camat Perak Syamsul Arifin yang masuk RSUD Jombang Kamis (30/7). Kemudian istri Wabup Jombang Wiwin Surambah juga terkonfirmasi Covid-19. Berbeda dengan pejabat lain, Wiwin menjalani karantinas mandiri di rumdin.  

Staf Kecamatan Perak Reaktif Karantina Mandiri

SEORANG staf Kecamatan Perak dinyatakan reaktif rapid test. Menyusul Camat Perak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kini, staf kecamatan itu tengah menjalani karantina mandiri di rumahnya di Kecamatan Diwek.

“Rapid test tahap pertama ada 21 orang, semua nonreaktif, tapi tahap kedua Senin pagi (3/8) ada susulan empat orang, ternyata salah satunya reaktif,” ucap Nurdin Purwoko, Plh Camat Perak kemarin.

Satu pegawai yang reaktif rapid test itu disebut berinisial S yang juga dalam kondisi sakit. Nurdin juga menyebut S sudah lama libur lantaran kondisi kesehatannya kurang menguntungkan. “Jadi sudah dua minggu tidak masuk kerja karena sakit, cuma kemarin tetap disusulkan rapid test,” lanjutnya.

Selama dua minggu tak masuk kerja, stafnya tersebut menjalani perawatan di rumahnya sendiri. Atas hasil reaktif itu juga disarankan untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. “Posisi di rumah karena reaktif itu, kita minta juga karantina mandiri kalau memang merasa sakitnya belum terlalu parah,” imbuhnya.

Kendati demikian, Nurdin mengaku belum mengetahui jadwal tes swab untuk staf kecamatan tersebut. “Kan tergantung puskesmas, kita tidak tahu, terlebih dia masuk wilayah Diwek, tidak ikut Puskesmas Perak,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syamsul Arifin Camat Perak dinyatakan positif Covid-19 sejak 29 Juli 2020. Sementara istrinya, meninggal dunia di hari yang sama dan dimakamkan dengan protocol Covid. Setelah itu, aktivitas kantor Kecamatan Perak harus dibatasi. Selain ruangan camat yang ditutup dan dikunci, ruangan staf juga dibatasi untuk orang luar. Kendati demikian pelayanan adminduk masyarakat tetap berjalan dengan jumlah pengunjung terbatas.

(jo/ang/riz/mar/JPR)

 TOP