alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Ratu Pil Koplo Asal Karangmojo Divonis Empat Tahun Penjara

04 Agustus 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Anis, 30, terdakwa kasus peredaran narkoba harus harus mendekam di balik jeruji perjara. Kemarin majelis hakim memvonis warga Dusun Bulubandar, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan hukuman empat tahun penjara.

Anis, 30, terdakwa kasus peredaran narkoba harus harus mendekam di balik jeruji perjara. Kemarin majelis hakim memvonis warga Dusun Bulubandar, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan hukuman empat tahun penjara. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Anis, 30, terdakwa kasus peredaran narkoba harus harus mendekam di balik jeruji perjara. Kemarin majelis hakim memvonis warga Dusun Bulubandar, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan hukuman empat tahun penjara.

”Terhadap terdakwa dijatuhi hukuman pidana 4 tahun penjara,” terang Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Tedhy Widodo, kemarin.

Dia menambahkan,  lantaran masih pandemi Covid-19, sidang pembacaan putusan dilakukan secara virtual. Sidang yang dimulai sekitar pukul 14.00 berjalan singkat. ”Guna pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Terhadap putusan ini, baik dari pihak terdakwa maupun jaksa menyatakan banding. ”Pihak terdakwa mengajukan banding, dari jaksa juga mengikuti menyatakan banding,” imbuhnya.

Alasan terdakwa mengajukan banding, sebab putusan majelis hakim dinilai terlalu berat. ”Dari tuntutan pidana penjara 6 tahun, tadi diputus 4 tahun. Putusan dinilai terlalu tinggi,” imbuhnya.

Sebelumnya, modus peredaran pil koplo dalam kemasan vitamin B1 berhasil dibongkar polisi. Selain mengamankan pelaku, polisi menyita barang bukti sebanyak 92 ribu butir pil koplo jenis dobel L berikut satu bendel label bertuliskan vitamin B1 dan alat pengemasan.

Pelaku bernama Anis, 30, warga Dusun Bulubandar, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan. ”Dari keterangan yang kita dapat, tersangka AN ini dikendalikan bandar yang menghuni lapas Madiun. Masih coba kita kejar,” terang Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid Jumat kamari (31/1) kemarin.

Dalam menjalankan transaksi, jaringan ini sangat licin. Meski di dalam lapas, namun bandar narkoba disebut masih bisa leluasa berinteraksi dengan Anis melalui sambungan seluler.

Cerdiknya lagi, setiap melakukan komunikasi, si Bandar menyembunyikan nomor ponselnya sehingga sulit terdeteksi. ”Jadi dalam telepon itu, sudah diarahkan untuk mengambil di tempat ini dan harus diperlakukan seperti apa pil-pil ini. Model transaksinya dengan sistem ranjau,” lanjutnya.

Tak hanya itu, untuk mengelabui petugas, sebelum dijual, barang haram tersebut sudah dikemas dalam plastik khusus dan dilabeli vitamin B1. ”Kita amankan alat pres, alat potong serta satu bendel  label bertuliskan vitamin B1. Jadi seolah-olah yang mereka jual vitamin bukan pil koplo,” bebernya.

Kepada petugas, dia mengaku baru sekitar dua bulan menjalankan bisnis haram ini. Tidak hanya di wilayah Jombang, namun jaringan ini sudah pernah memasok barang ke sejumlah wilayah di luar Jombang.

Satu kemasan pil berisi 1.000 butir pil koplo, dijualnya dengan harga mencapai Rp 2,5 juta per paketnya. ”Harga per butirnya  Rp 2.500. Jika dikalkulasi hasil penjualan pil sebanyak 92.245 butir, uang yang akan didapat pelaku bisa mencapai Rp 270 juta,” ungkapnya.

Dari pengakuan perempuan bertato ini, uang hasil penjualan pil digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih setelah dirinya harus menjadi tulang punggung keluarga lantaran sang suami tengah meringkuk di penjara. ”Ya, ironisnya memang suami dia juga di Lapas Madiun, ditahannya juga karena kasus yang sama, narkotika juga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anis, 30, warga Dusun Bulubandar, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk (17/1) hasil pengembangan pengungkapan kasus.

Selain mengamankan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 92 ribu butir pil koplo, satu bendel label tulisan vitamin BI, satu bendel potongan kertas, 2 roll plastik, 1 buah alat pres, 1 buah alat pemotong, 1 buah gunting, 1 buah cutter, 1 unit HP merek Vivo.

Selanjutnya keseluruhan barang bukti dan pelaku diserahkan ke Mapolres Jombang guna penanganan lebih lanjut. Atas perbuatannya, dia dijerat pasal pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP