alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pelaku Pembunuhan Istri di Rejoslamet Terancam 15 Tahun Penjara

04 Agustus 2020, 10: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

MENYESAL: Safaat, 49, pelaku yang membunuh istri dan membacok anak di Mapolres Jombang

MENYESAL: Safaat, 49, pelaku yang membunuh istri dan membacok anak di Mapolres Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Safaat, 49, pria yang tega menghabisi istri dan membacok anaknya harus mendekam di balik jeruji tahanan. Dia terancam hukuman lima belas tahun penjara.

“Pelaku dijerat pasal 240 subsider 338 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara,” terang Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Hariyono di Mapolres Jombang kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku niat menghabisi Sri Estuningati, 49, istrinya tidak direncanakan. “Pembunuhan yang dilakukan pelaku secara spontan. Bukan pembunuhan berencana,” tandas Hariyono.

Pantauan di lokasi, tampak tangan pria berkepala plontos ini diborgol petugas. Dia mengenakan baju tahanan. Sebelum masuk ruang pemeriksaan, ia menceritakaan aksinya menghabisi sang istri pada tragedi Jumat malam berdarah kala itu. “Saya jengkel dengan istri saya. Dia tidak mau berterus terang,” ujar dia.

Secara panjang lebar, Safaat menceritakan dia bekerja di Amerika mulai 2011 silam. Selama sembilan tahun bekerja di Negeri Paman Sam, Ia mengirimkan uang ke istrinya sebesar Rp 35 juta per bulan. Jika ditotal, uang yang terkumpul sudah Rp 3 miliar lebih. Namun ia merasa kesal lantaran setahun terakhir ini, istrinya susah dihubungi bahkan, ketika ia telepon sering tak dijawab.

Kemudian Maret lalu, ia memutuskan pulang ke rumahnya di Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno. Namun, bukan sambutan hangat dari sang istri yang didapat, justru ia sering cekcok.

Salah satunya mengenai kejelasan dari uang kirimannya itu. Saat ia menanyakan hasil kerjanya selama sembilan tahun, jawaban istrinya berbelit belit. “Jawabnya mbulet terus,” tambhahnya.

Dari kejadian itu, Safaat curiga jika istrinya menjalin hubungan dengan pria lain. Beberapa bulan lalu, Sri pernah menunjukkan kebun dan sawah yang disebut hasil pembelian dari uang kerja suaminya di Amerika. Namun, sang suami justru makin curiga. Karena nilai sawah dan tanah tersebut kisaran Rp 500 juta. “Saya pikir tidak sebanding dengan uang yang saya kirim selama ini,” papar dia.

Pertengakaran Safaat dan istrinya memuncak pada Jumat (31/7) malam. Safaat yang sudah gelap mata kemudian mengambil golok dan menyabet kepala sang istri berkali-kali.

Tak puas, pelaku juga menggorok menggorok leher istrinya yang sedang tiduran di kasur. “Karena uang yang saya kirimkan hanya dibelikan kebun dan sawah senilai Rp 500 juta. Saya curiga, dia berselingkuh dengan pria lain,” tandasnya.

Setelah menghabisi nyawa sang istri, Safaat juga naik ke lantai 2 dan menemui anaknya, Noval, 19. Ia mengaku, sering kesal kepada anaknya yang selalu membela ibunya.

Ia mengaku, sering dipukul anaknya saat ia bertengkar dengan istrinya. “Saya sering dihajar oleh Noval. Kalau kami cekcok, dia selalu membela ibunya. Bahkan saya pernah dikepruk kursi oleh anak saya,” jelas dia.

Kini Noval yang sebelumnya menjalani perawatan di RSK (Rumah Sakit Kristen) Mojowarno, saat ini sudah dipindahkan ke RSUD Jombang.

Informasi yang diterima, kondisi bocah berusia 19 tahun ini kian membaik. Meski luka bacok di kepalanya masih basah.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP