alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

500 Lebih Kasus Covid-19 di Jombang, 25 Kasus Diantaranya Sasar Balita

04 Agustus 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (freepik.com)

Share this      

JOMBANG – Angka kasus Covid-19 yang terjadi pada anak-anak di Jombang cukup rendah. Dari 500 lebih kasus yang terjadi, yang menimpa kepada balita hanya sekitar 20-25 kasus saja. Dan dari kasus tersebut, rata-rata tanpa gejala.

“Sesuai dengan grafik nasional, angka yang terjadi pada balita sangat minim, antara 20-25 kasus saya tidak hafal persis detailnya berapa. Karena anak-anak dinilai lebih tahan terhadap Covid-19,” ungkap dr Pudji Umbaran, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang.

Jumlah balita yang menjalani perawatan di RSUD maupun isolasi di rumah isolasi Stikes Pemkab juga sangat sedikit. “Bisa dilihat sendiri, kemarin saat di gedung Tenis Indoor maupun di Stikes, yang balita sangat sedikit, paling dua sampai tiga kasus saja,” tambahnya.

Justru Covid-19 sangat berbahaya jika menimpa kepada ibu hamil. Menurutnya ibu hamil sangat rentan dan beberapa kasus menunjukkan gejala yang sangat buruk dan tercatat dua ibu hamil meninggal karena Covid-19.

Satu ibu hamil yang dimaksud adalah salah satu bidan desa yang bertugas di Kecamatan Peterongan. “Dan satu lagi kita kecolongan saat masih awal-awal, akhirnya, meninggal juga, dan yang lain Alhamdulillah selamat,” tambahnya.

Pudji juga tak bisa menyebut angka detail kasus yang terjadi pada ibu hamil. “Jumlahnya saya tidak hafal,” tambahnya. Gajala yang dialami rata-rata sama, yaitu pneumonia.

Pudji memastikan, jika ibu hamil yang terpapar Covid-19 tidak akan menular kepada bayi yang ada dalam kandungan. Karena Covid-19 tidak menular melalui darah maupun plasenta, melainkan melalui percikan. “Pernah juga kita menangani ibu terpapar Covid-19 yang melahirkan, dan Alhamdulillah semuanya sehat, si anak juga tidak ikut terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Dari sekian banyak kasus di Jombang, yang paling banyak menimpa kepada usia dewasa di atas 25 tahun. Namun yang memiliki gejala sedang hingga berat didominasi usia di atas 40 tahun. Gejala berat hingga kematian lebih banyak menimpa kepada lansia yang memiliki komorbid atau pemberat.  “Yang paling membahayakan seperti hipertensi, diabetes, ginjal, atau liver yang berat hingga berakibat fatal,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP