alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Tunggu Keputusan Bupati soal 11 Nama

04 Agustus 2020, 06: 48: 12 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Logo Dewan Pendidikan

ILUSTRASI: Logo Dewan Pendidikan (Google Image)

Share this      

JOMBANG – Sebelas nama anggota terpilih anggota Dewan Pendidikan Jombang, belum dipilih. Sebab, surat keputusan (SK) Bupati Jombang untuk kepengurusan periode 2020-2025 itu belum ada tanda-tanda turun. Panitia seleksi sampai sekarang juga masih menunggu.

“Masih proses di pimpinan,” jawab ketua panitia seleksi anggota Dewan Pendidikan Anwar, kemarin (3/8). Meski proses seleksi sudah tuntas April lalu, sebelas nama anggota terpilih juga masih belum ditentukan. “Tinggal menentukan yang sebelas orang,” lanjutnya.

Panitia seleksi sendiri terdiri dari lima orang. Ketua panitia dijabat Anwar yang sekaligus Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan sekretaris diisi Sudarmadji, pensiunan pemkab yang saat ini menjabat Sekretaris PGRI Jawa Timur. Kemudian anggota diisi Jumadi Sekretaris Dinas P dan K, Hadi Nurachmad dari Kemenag dan Ali Muttaqin.

Kabag Hukum Setdakab Jombang Abdul Madjid Nindy Agung, memberi pernyataan sama. Pihaknya menyebut SK penetapan sebelas anggota Dewan Pendidikan Jombang sampai sekarang masih dirumuskan. “Masih dalam proses. Kami sudah koordinasi dengan pak Asisten 1, dan hasilnya surat keputusan masih dalam proses,” kata dia.

Sementara itu dari 22 nama calon anggota Dewan Pendidikan periode 2020-2025, diketahui ada beberapa nama yang merupakan anggota lama. Diantaranya Achmad Fathoni, Sunandar, Sutono Abdillah, Handy Widyawan dan Moh Ali Said. (selengkapnya lihat grafis)

“Memang ada beberapa anggota lama yang ikut lagi di periode selanjutnya, termasuk saya sendiri,” ungkap Handy Widyawan, ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang periode 2015-2020. Handy sendiri diketahui sudah tiga periode masuk struktur Dewan Pendidikan. Pada periode sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai ketua.

Pada periode baru ini ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada bupati. “Memilih 11 dari 22 nama adalah hak ibu bupati. Kami menghormati apapun keputusannya,” imbuh Handy. Meskipun saat ini kosong tidak ada kegiatan karena masa jabatan habis, namun ia memastikan anggota siap jika dibutuhkan sewaktu-waktu. “Kami masih sering hadir rapat jika ada undangan,” tambahnya.

Seperti diberitakan, penjaringan anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang periode baru dimulai sejak Maret lalu. Itu setelah masa jabatan periode sebelumnya habis. Pemkab Jombang kemudian membentuk panitia seleksi yang terdiri dari beberapa OPD. Tahapan penjaringan dimulai dari pengumuman pendaftaran, penerimaan berkas, verifikasi administrasi, tes tulis, dan wawancara.

Sedikitnya 33 pelamar menyerahkan berkas. Namun seorang  pelamar tidak memenuhi syarat karena KTP luar kota. 32 peserta hasil verifikasi administrasi, mengikuti seleksi tulis dan wawancara. Dari jumlah itu 22 peserta dinyatakan lolos dan diajukan ke bupati untuk dipilih 11 orang. Hingga saat ini, belum ada keputusan siapa yang bakal menjadi anggota Dewan Pendidikan Jombang.

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP