alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Usai Camat Perak Positif Covid-19; Pegawai WFH, Warga Masuk Dibatasi

04 Agustus 2020, 06: 46: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ruangan Camat Perak ditutup usai terkonfirmasi positif. Pegawai kecamatan juga akhirnya WFH, dan akses warga masuk dibatasi.

Ruangan Camat Perak ditutup usai terkonfirmasi positif. Pegawai kecamatan juga akhirnya WFH, dan akses warga masuk dibatasi. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pembatasan aktivitas kantor Kecamatan Perak mulai dilakukan Senin kemarin (3/8). Selain memberlakukan WFH bagi semua pegawai, kantor Kecamatan Perak juga membatasi warga luar yang boleh masuk kantor.

Seperti terlihat di kantor Kecamatan Perak Senin (8/3) siang, kantor terlihat buka. Kendati demikian kondisi kantor nampak sepi. Pengunjung tak terlalu banyak. Ruangan staf di bagian tengah juga terlihat sepi dan banyak meja kosong. Hanya terlihat beberapa petugas berseragam yang wara-wiri di dalam kantor.

“Jadi tidak tutup, kita tetap buka, pelayanan adminduk tetap jalan, walaupun ada pembatasan dan tidak seperti sebelumnya,” terang Nurdin Purwoko, Plh Camat Perak. Ia menyebut, pembatasan itu dilakukan untuk warga luar yang meminta pelayanan adminduk di dalam kantor. “Kalau sebelumnya di ruang pelayanan bisa muat 12 orang, sekarang lima maksimal. Lainnya harus menunggu di luar,” lanjutnya.

Pembatasan akses kantor, juga diberlakukan untuk ruangan staf kecamatan. Tak semua orang disebut Nurdin boleh masuk ruangan. “Hanya petugas jaga yang boleh masuk, kita pasang penanda juga. Selain itu ruangan pak camat ditutup setelah disterilkan kemarin,” imbuhnya.

Lebih dari itu, ada pula aturan pembatasan pada pegawai kecamatan yang diperbolehkan masuk kantor. Mulai kemarin, setiap hari maksimal ada pegawai enam sampai tujuh orang yang masuk. Pembagian kerja ini juga dilakukan bergiliran setiap hari.

“Jadi kita piket setiap hari minimal ada satu eselon III dan lima staf. Kalau hari biasa pegawai kita ada 18-19 orang,” lanjutnya. Kendati demikian, ia memastikan seluruh pegawai tetap menjalankan tugas dengan bekerja di rumah selama 14 hari ke depan. “Ini bukan libur, mereka tetap menjalankan kerja administrasi, tapi lewat komputer di rumah masing-masing,” pungkas dia.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP