alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Uji Swab Kedua, Istri Wabup Jombang Terkonfirmasi Positif Covid-19

04 Agustus 2020, 06: 42: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Hasil uji swab istri Wakil Bupati Jombang Sumrambah, yaitu Wiwin Isnawati dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Meski begitu, ia tetap menjalani isolasi mandiri di rumah dinas wakil bupati.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan dengan menggunakan PCR yang ada di RSUD Jombang. Hasil uji swab konfirm positif,” tegas dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang, kemarin (3/8). Ia menerangkan, uji swab kedua tersebut diambil Sabtu (1/8) dan hasilnya masih tetap positif.

Ia menyampaikan, keluhan yang dialami Wiwin sebenarnya tergolong ringan, hanya batuk. Meski sebelumnya, ia memang memiliki riwayat penyakit bronkitis sehingga batuk yang dialami lebih lama. ”Dari penuturan pak wabup dan bu wabup memang batuknya lama,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan radiologis dan laboratoris yang dilakukan juga dinyatakan bersih dan cukup bagus. Sehingga sesaat setelah hasil uji swab keluar, pihaknya menawarkan isolasi di rumah atau perawatan di rumah sakit. “Setelah diskusi dengan keluarga, pak wabup memutuskan untuk isolasi mandiri di rumah dinas,” tambahnya lagi.

Isolasi di rumah dinas itu kemudian diizinkan dengan tata laksana dan protokol kesehatan secara ketat. Tidak hanya wajib mengenakan masker, physical distancing juga harus diterapkan di rumah. Tidak melakukan kontak fisik dengan siapapun dan menggunakan kamar khusus yang terpisah dengan anggota keluarga yang lain.

“Alhamdulillah sangat bagus dan memenuhi kaidah isolasi di rumah dengan ketat. Keluarga hanya menjamin ketercukupan gizi dan lain sebagainya,” beber Direktur RSUD Jombang ini. Lebih jauh disampaikan, kondisi Wiwin saat ini semakin membaik. Batuk yang sebelumnya menjadi gejala juga mulai hilang perlahan.

Hanya saja, isolasi tetap harus dilakukan hingga 14 hari ke depan atau sampe (14/8) mendatang. Setelah isolasi 14 hari terpenuhi, baru pihak RSUD Jombang akan memberi surat keterangan sembuh dengan kriteria isolasi selama 14 hari.

Saat ditanya riwayat perjalanan hingga Wiwin terpapar Covid-19, ia tidak menjelaskan rinci. Hanya diketahui, kalau Wiwin selama masa pandemi tidak pernah mengadakan perjalanan keluar kota. Termasuk tidak kontak dan berkomunikasi dengan beberapa anggota TP PKK yang sebelumnya terkonfirmasi positif.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah sejumlah pejabat Pemkab Jombang terkonfirmasi positif. Wabup Sumrambah beserta keluarga dan seluruh staf yang bertugas di rumah dinas juga harus menjalani rapid test. Hasilnya, semua nonreaktif. Kecuali Wiwin yang hasilnya reaktif. Setelah itu dilakukan langkah lanjutan uji swab.

Beberapa hari setelah pengambilan uji swab, hasilnyamasih dirahasikan. Hingga (29/7) lalu, hasil uji swab yang biasanya bisa diketahui sehari setelah pengambilan, belum disampaikan ke publik. Meski begitu, Wiwin Sumrambah melalui video yang diunggah di instagram pribadinya, mengaku kalau dirinya dalam keadaan sehat.

Dalam video berdurasi satu menit itu ia tampak mengenakan jilbab biru dongker dengan masker medis yang ia singkap ke bawah dagu. Suaranya terlihat jelas meski sedikit parau. Ia mengaku tidak mengalami gejala Covid-19 berlebihan. Hanya sedikit batuk. Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan jika serangkaian test yang diikutinya menunjukkan hasil cukup bagus.

Covid-19 Belum Sepenuhnya Terkendali

SEMENTARA itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang meminta Gugus Tugas PP Covid-19 tetap hati-hati. Sebab, persebaran virus korona di Jombang belum sepenuhnya terkendali. Penurunan kasus sejauh ini dikarenakan kebijakan penanganan Covid-19 yang dilonggarkan.

Ketua IDI Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain menyampaikan, revisi kelima Keputusan Menteri Kesehatan yang turun membuat kebijakan tracing dan penanganan kasus Covid-19 mulai longgar. Hal itu berpengaruh pada jumlah penambahan angka pasien sembuh yang cukup banyak. Begitu juga temuan kasus baru semakin sedikit. ”Memang banyak kebijakan penanganan Covid-19 yang direvisi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Ia lantas mencontohkan protokol temuan pasien Covid-19. Sebelum aturan baru turun, jika ada pasien positif maka seluruh anggota keluarga, kontak erat atau orang yang sudah pernah melakukan kontak baik bergejala atau tidak, maka akan di-rapid test. Jika reaktif akan langsung diuji swab dan dikarantina terpusat. ”Namun sekarang tidak. Cukup ditanya saja mereka kalau bergejala akan dirawat, dan kalau tidak cukup diminta isolasi mandiri,” tambahnya. 

Dengan revisi itulah maka yang harus diwaspadai adalah penyebaran tranmisi komunitas. Sehingga Gugus Tugas diminta hati-hati dalam menangani Covid-19. ”Karena memang menurut revisi kelima lebih longgar dan tidak seketat awal-awal dulu,” jelas dia.

Sebagai contoh dalam menyikapi kontak erat yang tidak bergejala untuk menjalankan isolasi mandiri. Gugas mulai tingkat kabupaten hingga desa, harus benar-benar memastikan jika kontak erat tersebut tidak keluyuran atau melanggar protokol kesehatan selama isolasi mandiri. ”Makanya gugas dan dinkes yang punya kewenangan menangani hal itu,” paparnya.

Begitu juga tren perkembangan kasus Covid-19 di Jombang juga disampaikan belum sepenuhnya terkendali. ”Sama sekali belum bisa terkendali,” jelas dia. Sejauh ini, masih banyak temuan kasus baru dari beberapa kecamatan di Jombang. Apalagi, tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan masih lemah. Bahkan, kini semakin banyak masyarakat yang tidak bermasker saat beraktifitas di luar rumah.

”Saya kira belum (terkendali) karena masih banyak temuan  pasien baru yang pelunarannya bersifat komunitas entah di warung, jalan atau tempat kerja,” tegas Iskandar.

Sementara itu, pantauan di rumah dinas Wakil Bupati Sumrambah yang berada di Jl KH Wahid Hasyim Jombang sejak beberapa hari lalu tampak sepi. Dari luar, tampak kondisi halaman rumah yang bersebelahan dengan BRI Cabang Jombang dan BPN Jombang tampak lengang.

Di rumah dinas itu hanya tampak beberapa petugas yang berjaga di pos bagian depan. Sedangkan di akun instagram resmi milik Wabup @sumrambah dalam dua hari terakhir juga belum ada rilis terbaru mengenai kondisinya maupun kondisi istrinya, Wiwin Isnawati, yang menjalani isolasi mandiri.

Begitu juga di instagram milik Wiwin, @whienisnawati juga tak ada video konfirmasi terakhir. Ibu dua anak ini diketahui mengunggah video terakhir Rabu (29/7) lalu, yang menjelaskan kondisinya saat isolasi mandiri di rumah sampai tanggal 2 Agustus.

(jo/ang/wen/mar/JPR)

 TOP