alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sakit Hati karena Minta Cerai, Safa’at Gorok Leher Istri saat Tidur

03 Agustus 2020, 09: 44: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rumah yang menjadi TKP pembunuhan sadis seorang suami kepada istrinya di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno.

Rumah yang menjadi TKP pembunuhan sadis seorang suami kepada istrinya di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Kasus pembunuhan sadis seorang suami kepada istri di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno terus didalami polisi. Belakangan terungkap korban dihabisi saat tengah tertidur. ”Pelaku mengakui membunuh istrinya ketika sang istri sedang tidur di kamar,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Cristian Kosasih.

Dia menambahkan, kepada penyidik pelaku mengaku emosi dengan sikap korban yang tak lain istrinya sendiri. ”Jadi tersangka dan istrinya ini sejak siang ternyata sudah cekcok, bertengkar hebat lah sejak sebelum peristiwa itu,” lanjutnya.

Saat itu, keduanya meributkan soal uang yang setiap bulan diberikan selama pelaku bekerja merantau di luar negeri. Selama sembilan tahun kerja di Negeri Paman Sam, Safa'at mengaku rutin mengirim uang belanja ke istrinya sejumlah Rp 35-40 juta.

Pertengkaran itu, berujung pada ucapan sang istri yang meminta cerai. Permintaan itu, dibalas pertanyaan Safa’at terkait pembagian harta gono gini. ”Saat tersangka menanyakan pembagian itu, justru tidak dijawab detail, malah si tersangka ini diludahi sama istrinya. Di situ dia mengaku sakit hati,” tambahnya.

Hingga pada malam harinya, Safa’at yang gelap mata mendatangi istrinya dengan membawa golok. Melihat istrinya tengah tertidur di atas kasur, ia pun langsung membacok kepala dan menggorok leher istrinya hingga meninggal. ”Sementara luka yang paling parah ini di leher, nyaris putus. Ini yang membuat korban meninggal dunia,” kata Cristian.

Usai mengeksekusi istri, pelaku langsung membersihkan tangan dan golok yang berlumuran darah di tangannya itu. Safa’at yang masih dikuasai amarah kemudian naik ke lantai dua dan melampisakan emosinya kepada anak keduanya, Noval Fitri Choirul Huda. ”Anaknya sedang main handphone, tapi dia ngebelakangin (pelaku, Red). Langsung disikat kepalanya dari belakang," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Istuningati, 48, warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno tewas di tangan suaminya sendiri Safa’at, 48. Ia tewas setelah digorok di bagian leher. Sementara sang anak kini masih menjalani perawatan intensif di RSK Mojowarno.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP