alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Ribuan Santri Iringi Pemakaman Gus Im Adik Kandung Gus Dur di Denanyar

03 Agustus 2020, 09: 39: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

DIMAKAMKAN: Jenazah KH Hasyim Wahid (Gus im) adik kandung Gus Dur dimakamkan di kompleks Ponpes Mambaul Maarif Denanyar.

DIMAKAMKAN: Jenazah KH Hasyim Wahid (Gus im) adik kandung Gus Dur dimakamkan di kompleks Ponpes Mambaul Maarif Denanyar. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Ribuan santri mengiringi pemakaman adik kandung Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Wahid (Gus Im), di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Sabtu (1/8) malam. Hadir dalam pemakaman, sejumlah tokoh nasional, termasuk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Tokoh yang juga cucu pendiri NU dikabarkan meninggal Sabtu (1/8) menjelang subuh di RS Mayapada Jakarta karena sakit ginjal yang diderita. Jenazah tiba di Jombang sekitar pukul 18.30.

Tampak hadir dalam kegiatan pemakaman, Halim Iskandar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Muhaimin Iskandar Ketua DPP PKB, KH Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim, Lili Chodijah, Yeni Wahid, Jajaran Polda Jatim Kombes Pol Haris (Kadis Labfor Polda Jatim), beberapa ulama seperti KH Ahmad Muwafiq (gus Muwafiq), KH Agus Ali Mashuri Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo, Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan sejumlah pejabat baik di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang.

Prosesi pemakaman Gus Im dimulai sekitar pukul 20.00. Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalati di Masjid Jami' Ponpes Mamba'ul Ma'arif. Salat jenazah dipimpin Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan diikuti ribuan santri PP Mambaul Maarif.

Tampak hadir pula, anak Gus Im, Abdul Azis Wahid yang ikut mengantar hingga liang kubur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Gus Im, sosok tokoh NU yang sering berkomunikasi dengannya. Ia mengaku, terakhir komunikasi dengan Gus Im satu bulan yang lalu mengenai vaksin Covid-19.

“Sekitar satu bulan yang lalu beliau kirim expert (ahli) ke Surabaya, ke Grahadi. Beliau ingin Pemprov Jatim bisa berikhtiar untuk sampai menemukan vaksin dan obat Covid-19,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Saat terakhir komunikasi dengan Gus Im, dia mengaku banyak mendapat tugas terkait penanganan Covid-19 khususnya di Jatim. “Kami diminta hari-hati dalam mencari vaksin dan obat untuk Covid-19,’’ tambahnya.

Selain itu, Khofifah juga diminta mencari berbagai referensi tentang vaksin. Terutama harus ada rekomendasi dari para ilmuwan. “Pastikan itu atas dasar rekomendasi para scientist (ilmuan). Berarti itu sesuatu yang dari proses temuan ilmiah. Itu sangat klir sekali pesannya beliau,” kata Khofifah.

Jenazah Gus Im dimakamkan satu kompleks dengan makam kakeknya dari keturunan ibu. Yaitu KH Bisri Syansuri, yang juga pendiri NU dan pendiri Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar.

Makam Gus Im dengan makam KH Bisri Syansuri hanya berjarak sekitar empat meter ke utara. Hingga pukul 22.00 beberapa tamu masih berdatangan silih berganti.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP