alexametrics
Kamis, 06 Aug 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Masih Banyak yang Operasi, Dewan Sebut Penindakan Galian C Lemah

02 Agustus 2020, 08: 37: 41 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Aktivitas galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Komisi C DPRD Jombang menilai penindakan galian C yang sudah dilakukan selama ini sangat lemah. Buktinya, banyak ditemui galian ilegal yang beroperasi kembali dengan bebas. Seperti di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

”Kami sering mendapat laporan banyak galian C ilegal yang beroperasi terang-terangan,” ujar Miftahul Huda anggota Komisi C kemarin. Seperti penambangan galian C di Kecamatan Ngoro, meski sudah berkali-kali didatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Jombang. Namun kenyataanya masih beroperasi dengan terang-terangan.

”Padahal sudah seringkali ditindak, tapi tidak ada perubahan dan terus kembali,” ungkapnya. Ia menilai penindakan galian C di Kabupaten Jombang ini masih sangat lemah. Terbukti beberapa kali diberi peringatan, namun tak berselang lama, penambangan itu beroperasi kembali. ”Bila ditindak sesuai Undang Undang yang berlaku, pasti tidak seperti ini,” tegasnya.

Huda mengingatkan, aktivitas galian C ilegal secara jelas sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009. Apabila melakukan tambang tanpa izin, maka pelanggaran ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. ”Jadi itu masuk ke ranah pidana,” tegasnya.

Untuk itu, dia kembali mendesak kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini pemkab dan aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas dan cepat. Dengan harapan, dampak buruk terhadap lingkungan akibat penambangan galangan juga tidak semakin lebar. “Bekas galian C akan semakin banyak dan membahayakan. Saya tidak ingin ada korban lagi karena galian ini,” tegas Huda.

Hal senada disampaikan Choirul Anam Ketua Komisi C yang mendorong penindakan penambangan ilegal lebih tegas. ”Kami sudah menyampaikan ini berkali-kali, galian ilegal harus ditindak sesuai Undang Undang yang berlaku,” imbuhnya.

Ia menambahkan, aktivitas galian ilegal di Jombang akan berdampak besar pada kerusakan lingkungan. Termasuk membahayakan masyarakat sekitar. ”Seperti kasus bekas galian di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak hingga terulang menelan korban jiwa. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” pungkas Choirul.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang memblokade jalan desa, kemarin malam (29/7). Mereka menolak rencana aksi penambangan galian C baru karena telah merusak lingkungan.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 20.00 dengan berkumpul di gang jalan desa menuju lokasi penambangan di Dusun Grenggeng. Warga yang berdatangan itu bermaksud menghalau beghoe yang rencana didatangkan ke lokasi penambangan.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia