alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kasus Pembunuhan Rejoslamet, Dipicu Faktor Ekonomi dan Orang Ketiga

02 Agustus 2020, 08: 02: 46 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rumah yang menjadi TKP pembunuhan Sri Istuningati, 48, warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang

Rumah yang menjadi TKP pembunuhan Sri Istuningati, 48, warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sri Istuningati, 48, warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tewas bersimbah darah setelah digorok suaminya sendiri, Safa’at, 49 malam kemarin (31/7). Bahkan, seorang anaknya kini dalam kondisi kritis setelah dibacok sang ayah.

Dari data yang dihimpun, malam itu sekitar pukul 20.00 di rumah keluarga pelaku  hanya ada tiga orang. Selain Safa’at, ada istrinya Sri dan anak keduanya bernama Noval Fitri Choirul Huda, 19. Pembunuhan ini berawal dari cekcok antara Safaat dengan istrinya hingga malam. Entah apa yang dibicarakan, tiba-tiba saja sang suami menjadi gelap mata.

“Jadi pelaku menggunakan parang, langsung menyerang istrinya saat berada di kamar,” kata Kapolsek Mojowarno AKP Yogas, kemarin (1/8).  Sang istri, diserang dengan senjata tajam pada bagian kepala. Saat ditemukan kondisi Sri sudah dalam keadaan  terletang di kamar bersimbah darah dengan luka menganga. “Waktu ditemukan sudah meninggal, ada luka sayatan di leher, dan luka bekas beberapa bacokan di kepala,” imbuhnya.

Tak puas menyerang istrinya, pelaku kemudian naik ke lantai atas rumahnya. Di lokasi kedua ini, ia langsung menyerang anaknya yang saat itu sedang bersantai. Serangan dilakukan membabi buta dengan senjata yang sama. Akibatnya, anak keduanya ini mengalami luka serius di bagian kepala. “Untuk anaknya sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, tapi masih kristis,” tambah Yogas.

Setelah puas menjalankan aksinya, Safa’at kemudian keluar dari rumah dan menyerahkan diri ke polisi. Polisi kemudian melakukan olah kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barangbukti di rumah korban. “Ada parang yang kita duga jadi alat membunuh, juga sprei yang masih ada bercak darah. Sementara jenazah sudah dibawa ke RSUD untuk menjalani otopsi,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, persoalan ekonomi rumah tangga pelaku dalam kondisi pailit. Sehingga pasutri ini sering cekcok. Selain persoalan ekonomi, ada motif orang ketiga yang melatari pembunuhan ini. Yogas menyebut, sang suami mencium gelagat aneh dari sang istri. Serta kaitannya dengan adanya pria idaman lain dalam keluarga mereka. “Ya, ada juga dugaan ke arah perselingkuhan, hanya saja siapa itu, kita masih dalami,” bebernya.

Hingga berita ini diturunkan pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepada pelaku, polisi menjerat dengan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP subsider 338 kasus pembunuhan berencana. “Ancaman pidananya hukuman mati atau seumur hidup,” pungkas Yogas.

Baru Pulang dari Amerika

SEMENTARA itu, pembunuhan terhadap istri dan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri, diduga kuat berlatar belakang ekonomi. Selain itu ada dugaan kehadiran orang ketiga.

Menurut keterangan tetangga korban, pelaku baru pulang dari luar negeri. Selama sepuluh tahun, bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Amerika. Sejak pulang, pelaku tak banyak berinteraksi dengan warga sekitar. “Pak Safa’at ini sudah 10 tahun di Amerika, baru pulang sebelum Idul Fitri kemarin. Lebih banyak di rumah dan tidak banyak aktivitas di luar,” terang Aminin, ketua RT 1 Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno.

Ia menyebut ada perubahan drastis pada kondisi keluarga Safa’at seusai ia pulang kembali ke Indonesia. Terutama dengan kondisi perekonomian keluarganya. “Jadi semenjak pulang itu memang ekonominya drop, beberapa harta bendanya sudah dijual, sawah, mobil juga. Tidak tahu untuk apa,” lanjutnya.

Besar kemungkinan kondisi ini yang berkaitan erat dengan pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan pelaku. “Ya saya tahunya sebatas itu, karena baik sang istri juga pak Safa’at tidak terlalu banyak bercerita,” bebernya.

Keterangan tetangga dekat inipun dibenarkan Kapolsek Mojowarno AKP Yogas. Hingga Sabtu (1/8) siang, pihaknya telah memiliki dugaan motif yang melatari perbuatan nekat tersebut. “Dari pemeriksaan sementara ada dua, dugaa kami pertama ekonomi, yang kedua karena hubungan rumah tangga,” ucap dia.

Motif ekonomi itu bisa dibaca dari kondisi perekonomian keluarga yang tengah terpuruk. Hasil banting tulang di Amerika yang dikumpulkannya nyaris habis digunakan oleh sang istri. “Dan ketika ditanya kemana uangnya, selalu tidak ada jawaban jelas, si istri tidak bisa menjelaskan,” lanjutnya.

Hal inilah yang memicu banyak pertikaian antara ia dan istrinya selama di rumah. Hingga pertikaian terakhir malam itu langsung menghilangkan nyawa sang istri. “Pengakuannya demikian, jadi sudah sering cekcok,” imbuh dia.

Selain itu, ada motif orang ketiga pula yang melatari pembunuhan. Yogas menyebut, sang suami mencium gelagat aneh dari sang istri. Serta kaitannya dengan adanya pria idaman lain dalam keluarga mereka.

Saat ditanya alasan pelaku ikut menyerang anak keduanya, disebutnya murni karena sakit hati. Anak keduanya Noval itu seringkali melawan saat sang ayah berbicara. Bahkan mengancam membunuh ketika pelaku sedang bertengkar dengan ibunya.

“Jadi anaknya ini lebih membela ibunya,bahkan mengancam mau membunuh ayahnya. Jadi dari itulah mungkin pelaku menjadi sakit hati kepada anaknya,” pungkas Yogas.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia