alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Mainan Kayu Anak-Anak Buatan Andika Rahmat Tembus Pasar Luar Jawa

02 Agustus 2020, 07: 15: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas produksi yang dilakukan Andika Rahmad, warga Dusun Bungkil, Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

Aktivitas produksi yang dilakukan Andika Rahmad, warga Dusun Bungkil, Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Beragam jenis mainan anak yang terbuat dari kayu, salah satunya karya Andika Rahmad. Selain meja sensorik, ada juga mainan alat peraga edukatif (APE). Selama tiga tahun terakhir, hasil kerajinannya banyak dipasarkan ke luar pulau.

JOMBANG - Dari kejauhan suara deru mesin yang tengah difungsikan terdengar jelas. Sesekali suara itu terhenti. Sesaa kemudian,  kembali menyala. Seorang lelaki nampak sibuk di halaman rumah menyemprotkan cat warna pada potongan kayu.

Ya, aktivitas itu yang setiap hari dilakukan Andika Rahmad, warga Dusun Bungkil, Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Terhitung sejak tiga tahun terakhir, ia menggeluti mainan kayu.

Tak heran, bakal banyak terlihat potongan kayu menumpuk. Ada yang siap diwarnai, ada pula yang masih polosan. “Jadi ini mainan kayu, ada yang buat edukasi anak atau semacam APE (alat peraga edukatif,” katanya mengawali pembicaraan dengan koran ini kemarin.

Meski terbilang masih baru, Rahmad terlihat sudah hafal mana saja yang harus diwarnai. “Soalnya keluarga di Sidoarjo sudah lama membuat kerajinan ini,” imbuh dia. Di rumahnya, tak sedikit hasil mainan yang hanya tinggal proses pemberian warna.

“Sebagian ada yang buat di sini, ada juga yang dari Surabaya atau Sidoarjo. Lebih banyak buatnya di Sidoarjo sana,” sambung lelaki berusia 31 tahun ini.

Dia lantas menunjukkan sebagian mainan yang siap diwarnai. Tanpa waktu lama, dia kembali menyalakan mesin cat semprot. “Untuk cat pakai water based, berbahan dasar air. Jadi aman buat anak-anak,” terang dia sembari menyemprotkan cat.

Setelah tiga tahun berjalan, usaha yang ditekuni bersama istrinya Novi Asiyah ini banyak dipasarkan keluar kota. “Yang pesan ada dari Aceh sampai Merauke, semuanya melalui online,” terang Rahmad.

Jenis mainan yang dibuatnya beragam mulai mainan anak-anak, mainan olahraga, meja sensorik hingga asesoris. Dari sejumlah mainan itu yang paling banyak dipesan yakni meja sensorik. “Bentuknya banyak, tinggal pesannya apa. Diwarnai di sini. Paling murah mainan biasa Rp 35.000, yang mahal Rp 1,7 juta untuk meja,” beber dia.

Rahmad lantas menunjukkan meja brakiasi yang biasa dipakai lembaga pendidikan untuk anak usia dini. Bentuknya semacam prosotan dari kayu satu paket dengan anak tangga. “Ini ada yang bentuk tali buat manjat,” pungkasnya.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia