alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

ASN Pemkab Jombang Positif Covid-19 Bertambah, Kali Ini Camat Perak

02 Agustus 2020, 06: 02: 31 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Jumlah pejabat di lingkup Pemkab Jombang yang terkonfirmasi Covid-19  bertambah. Syamsul Arifin, Camat Perak dinyatakan positif Kamis (30/7). Bahkan, sang istri yang merupakan kontak erat meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kabar ini sempat tersebar melalui pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp. Dalam pesan itu, disampaikan Syamsul Arif Camat Perak positif Covid-19. Sedangkan sang istri Eva Nurul Qomariyah yang akrab disapa Ning Maya, meninggal dunia di RSUD Jombang pukul 17.10.

Dikonfirmasi terpisah, dr Pudji Umbaran Direktur RSUD Jombang tak menampik. Ia menyebut Syamsul memang dinyatakan positif sejak Kamis siang (30/7). “Pak Samsul Camat Perak sedang kita rawat di ruang isolasi karena positif Covid 19,” ucapnya.

Syamsul tengah menjalani perawatan dalam kondisi yang lemah karena memiliki komorbid diabetes sehingga memperparah kondisi Covid-19. “Masuk ke RSUD sejak Rabu Malam, kondisinya lemah, mohon doanya,” lanjutnya. Hanya saja, ia belum bisa menjelaskan dari mana asal Syamsul terpapar virus ini. “Kalau dari mananya kita belum bisa pastikan, beliau kan pejabat publik yang bisa saja berkontak dengan banyak orang,” imbuhnya.

Pudji juga membenarkan kabar meninggalnya istri Syamsul. Maya sempat dilarikan ke RSUD Jombang setelah mengeluhkan gejala demam dan kondisi kesehatannya melemah. “Namun, beliau meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, sekitar setelah salat asar,” tambahnya.

Karena meninggal dalam perjalanan itulah pihaknya belum sempat dilakukan rapid test maupun diambil sampel uji swab. “Namun pemakaman tetap dilakukan dengan protokol Covid-19 karena beliau merupakan kontak erat, juga punya gejala. Sehingga masuk kategori suspec,” tegas dia.

Jenazah Maya akhirnya dimakamkan Kamis Malam di pemakaman keluarga Bani Romly di kompleks Pondok Darul Ulum. “Pemakaman langsung dilakukan malam di pemakaman keluarga dengan protokol Covid-19,” ucap Solahudin Camat Peterongan.

Usai pemakaman itu dia menyampaikan keluarga Syamsul yang tersisa juga telah menjalani rapid test. “Untuk keluarga kebetulan cuma tinggal putrinya, dan sudah di-rapid test dengan hasil nonreaktif,” pungkasnya.

Izin Sakit Sejak 17 Juli

DIKONFIRMASI terpisah, Moh Nurudin Purwoko Sekcam Perak menjelaskan Camat Perak Syamsul Arifin sudah izin tidak masuk kerja sejak 17 Juli lalu karena memang kondisinya kurang fit. “Jadi pak camat tidak masuk kerja Jumat 17 Juli, izin sakit dengan gejala awal tips,” katanya Jumat kemarin (31/7).

Dijelaskan, saat itu camat masih menjalani perawatan di rumah. Baru kemudian dibawa ke RS Unipdu Selasa, sebelum dirawat RSUD Jombang. Lalu ditindaklanjuti dengan uji swab 24 Juli lalu. “Baru Kamis siang kemarin hasil uji swab keluar dan terkonfirmasi positif,” sambung Nurudin.

Setelah hasil uji swab keluar, lanjut dia, Gugas PP Covid-19 Jombang melakukan tindaklanjut. Seluruh pegawai kecamatan dilakukan rapid test. “Jadi Kamis malam setelah magrib seluruh karyawan kecamatan di- rapid, yang tidak hadir dua staf, satu  PLKB (Petugas Lapang Keluarga Berencana) dan PPL. Hasilnya nonreaktif semua,” ungkap dia.

Saat ini pihaknya masih menunggu tindaklanjut Gugas PP Covid-19 Jombang terkait pelayanan di kecamatan. Apakah dilakukan penutupan atau pelayanan tetap berjalan normal. “Jadi kami yang di kecamatan sekarang nunggu, sampai saat ini belum ada keputusan dari Pak Asisten untuk Senin nanti bagaimana. Apakah WFH,” terangnya.

Menurut dia, besok (2/8) sudah ada keputusan dari gugus tugas yang diterima kantor kecamatan. “Untuk sekarang belum begitu mendesak, karena kaitannya pelayanan kan libur tiga hari,” tegas Nurudin.

Plh Sekdakab Jombang Eksan Gunajati menyampaikan, pelayanan di kantor kecamatan Perak akan dibahas hari ini. “Ya, kebetulan ini kan masih libur, jadi untuk penetapan langkah seperti apa kita belum bisa sebutkan. Tapi yang paling awal rapid test dulu untuk melihat kondisi pegawai lainnya,” terangnya.

Hingga kemarin belum ada keputusan resmi ataupun surat yang dikeluarkan pemkab perihal tindak lanjut yang akan dilakukan di kantor Kecamatan Perak. Pihaknya masih akan membahas terlebih dahulu dengan Tim Gugas PP Covid-19. “Besok (hari ini, Red) akan ada rapat di gugus tugas, pasti akan dibahas juga. Dan keputusannya kemungkinan besar akan keluar besok,” lanjut dia.

Jika dilihat dari beberapa kasus sebelumnya, penerapan WFH kepada sejumlah pegawai kecamatan kemungkinan besar akan dilakukan. “Paling tidak seperti Dispendukcapil karena kantor kecamatan juga berhubungan pelayanan. Bisa WFH atau sistem piket nanti,” pungkas Eksan.

Sementara itu pantauan koran di kantor Kecamatan Perak Jumat siang (31/7) tampak sepi karena hari libur. Pintu kantor dan gerbang depan kantor kecamatan tertutup dan terkunci rapat. Tak terlihat satupun petugas yang berjaga. Hanya terlihat mobil dinas camat yang terparkir di belakang pendopo kecamatan.

(jo/riz/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia