alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tolak Sistem Ganjil Genap, Pedagang Pasar Peterongan Wadul DPRD

31 Juli 2020, 18: 05: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Belasan perwakilan pedagang pasar Peterongan kemarin mendatangi gedung DPRD Jombang. Pedagang mengeluhkan penerapan kebijakan ganjil genap karena berdampak pada sepinya pengunjung.

Belasan perwakilan pedagang pasar Peterongan kemarin mendatangi gedung DPRD Jombang. Pedagang mengeluhkan penerapan kebijakan ganjil genap karena berdampak pada sepinya pengunjung. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Belasan perwakilan pedagang pasar Peterongan kemarin mendatangi gedung DPRD Jombang. Pedagang mengeluhkan penerapan kebijakan ganjil genap karena berdampak pada sepinya pengunjung. Warga berharap aktivitas pasar dikembalikan normal.

Pantauan di lokasi, belasan perwakilan pedagang pasar tiba di gedung dewan sekitar pukul 10.00 WIB. terlihat sebagian membawa poster memprotes kebijakan yang diterapkan di pasar Peterongan.

Massa ditemui anggota dewan dari Komisi B DPRD Jombang. Turut hadir dalam kegiatan rapat dengar pendapat (RDP), Asisten II Setdakab Jombang Jufri, Bambang Widjojanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jombang dan beberapa perwakilan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid-19.

Perwakilan pedagang yang mendapat giliran bicara, langsung menyampaikan unek-uneknya. ”Diawal sempat ditutup. Setelah itu pakai ganjil genap, ini membuat banyak pedagang merugi, dagangannya tidak laku,” ucap Abdul Haris, 52, perwakilan pedagang.

Haris, juga menyebut banyak pedagang yang akhirnya memilih berjualan di luar pasar. Hal itu lantaran meski pasar dibuka secara terbatas, banyak pembeli yang takut masuk pasar.

Kondisi ini lanjut Haris sangat berdampak pada aktivitas pasar. Banyak pedagang yang merugi dengan kondisi Pasar Peterongan sekarang. ”Pembatasan satu pintu ini sangat berpengaruh pada pembeli. Sampai hari ini, pembelinya pun tidak yakin bahkan takut masuk ke pasar Peterongan. Seakan-akan pasar Peterongan menjadi momok tempat bersarangnya virus Korona, padahal tidak,” lanjutnya.

Pria yang juga pemilik toko baju di Pasar Peterongan ini menyebut merugi hingga Rp 100 juta. Tidak hanya itu, kata Haris. ”Yang saya alami, satu hari laku, lima hari tidak laku. Sebulan saya merugi sekitar Rp 50 juta, dua bulan ya Rp 100 juta. Bahkan yang gulung tikar ada 30 orang yang saya amati itu,” imbuhnya.

Dewan Dukung Penghapusan Sistem Ganjil Genap

KOMISI B DPRD Jombang kemarin menggelar hearing dengan pedagang pasar Peterongan. Kepada para wakil rakyat, para pedagang pasar mengeluhkan kebijakan ganjil genap pedagang pasar. Sebab berdampak pada penurunan omzet pedagang.

Merespons keluhan pedagang pasar Peterongan. Komisi B meminta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang segera melakukan evaluasi. ”Setelah mempertimbangkan dampak ekonomi kepada pedagang pasar. Tadi kita sepakat agar aktivitas pasar dikembalikan normal,” terang Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang.

Namun demikian, meski sepakat penghapusan kebijakan ganjil genap, Komisi B juga tetap menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. ”Akhirnya tadi sudah disepakati per 1 Agustus aktivitas pasar dikembalikan normal. Semua pedagang bisa kembali berjualan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain itu, dewan juga meminta tim Gugas PP Covid-19 terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. ”Tetap harus dilakukan pengawasan, jangan sampai muncul kembali klaster baru di pasar Peterongan,” imbuhnya.

Selain mendorong tim gugas, dari dewan juga akan melakukan pemantauan. ”Kalau perlu nanti kami agendakan sidak ke lokasi. Kita lihat langsung di lapangan seperti apa, setelah dikembalikan normal,” tegasnya.

Asisten II Setdakab Jombang yang ikut dalam kegiatan hearing sepakat dengan penghapusan kebijakan ganjil genap. ”Kita terima usulan dari pedagang. Jadi nanti Pasar Peterongan dipastikan akan kembali buka mulai 1 Agustus 2020,” ujar Jufri, Asisten II Setdakab Jombang.

Kendati sepakat penormalan aktivitas pasar Peterongan, Jufri tetap menekankan pentingnya protokol kesehatan. Selain pemberlakukan jarak, dan juga fasilitas kebersihan lainnya. ”Di lorong-lorong itu minimal ada cuci tangan. Kalau bisa, setiap dua tiga pedagang urunan bali alat cuci tangan. Dengan ini ekonomi jalan terus, tapi standar kesehatan yang kita jaga,” pungkasnya.

Senada Bambang Widjojanto Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jombang siap menindaklanjuti aspirasi pedagang pasar. Dia pun sepakat dengan dikembalikannya aktivitas pasar seperti semula. ”Ya pertimbangannya karena kasus positif untuk para pedagang di sana kan sudah turun, jadi kita bisa buka kembali,” ucapnya.

Dengan penormalan kembali aktivitas pasar, Bambang menyebut sekitar 600 pedagang yang tidak perlu lagi bergantian jualan. ”Ya kita kembalikan seperti sediakala. Semua pedagang bisa menempati lapak dan kios masing-masing,” tambahnya.

Ia juga memastikan jika penerapan sistem ganjil genap di Pasar Peterongan akan dicabut. Kendati untuk pemberlakukan pintu keluar-masuk, Bambang menyebut hal ini akan didiskusikan kembali. ”Yang jelas untuk pembukaan ini kan bertahap, teknisnya akan kita evaluasi terus,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia