alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemkab Jombang Terbitkan SE Hajatan dan Pertunjukan Seni dalam Hajatan

31 Juli 2020, 09: 06: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Hj Mundjidah Wahab menggelar rapat koordinasi dengan forkopimda.

Bupati Hj Mundjidah Wahab menggelar rapat koordinasi dengan forkopimda. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan, Hajatan, dan Pertunjukan Seni dalam Hajatan, akhirnya diterbitkan Bupati Hj Mundjidah Wahab Rabu kemarin (29/7).

“Kita sudah punya surat izin hajatan, bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Dan harus ada surat rekomendasi dari desa ke kecamatan,” ucap Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Untuk bisa menyelenggarakan hajatan di tingkat desa, penyelenggara harus memiliki surat rekomendasi dari desa yang digunakan untuk minta persetujuan di Gugas PP Covid-19 tingkat kecamatan. “Tapi kalau hajatannya besar, izin ke Gugas PP kabupaten,” tambahnya.

Di dalam surat edaran tersebut, ada aturan detail bagi yang akan menyelenggarakan hajatan. Mulai dari aturan untuk event organizer,  jasa catering, jasa rias, penyewa busana, pengusaha sound sistem tamu undangan, mempelai pengantin dan keluarga, hingga penyelenggara seni budaya. Semuanya sudah diatur secara detail.

Bupati menegaskan, semua aturan yang diberlakukan itu harus dipenuhi. Bupati juga minta tetap menjaga kebersihan dan mengingatkan penggunaan masker, fice shield dan jaga jarak di setiap acara. Hajatan disertai hiburan, maksimal tujuh orang, termasuk MC, penyanyi dan kru musik. Ia pun membatasi waktu penyelenggaraan hiburan, siang hari maksimal pukul 16.00.

“Kalau bisa, pelaku seni dari Kabupaten Jombang, bukan dari luar Jombang. Kalau suhu tubunya tinggi dilarang ikut menghibur,” tambahnya. Ia juga menegaskan, agar tidak menerima dan menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan.

“Sebisa mungkin kita hindari kontak fisik antar orang, jadi menerima atau menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan itu tidak perlu,” tegas orang nomor satu di Jombang ini. Begitu pula undangan yang hadir dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan.

“Kalau di dalam sudah mencapai 50 persen harus antre dulu di luar. Perlu digarisbawahi, jika di lingkungan sekitar hajatan ada yang terpapar Covid-19, maka sementara hajatan ditunda dulu,” pungkas Mundjidah.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia