alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sidang Putusan Kasus Penipuan Mobil Murah Ditunda Minggu Depan

31 Juli 2020, 09: 04: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Barang bukti hasil penipuan jual beli mobil murah yang dilakukan Mutik.

Barang bukti hasil penipuan jual beli mobil murah yang dilakukan Mutik. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sidang putusan kasus jual beli mobil murah untuk terdakwa Mutik yang sedianya digelar Kamis kemarin (30/7) batal. Alasannya, jadwal persidangan terlalu banyak sehingga akan dijadwal kembali pekan depan.

“Benar, harusnya hari ini (kemarin, Red) sidang putusan Mutik, tapi ditunda,” terang Kasipidum Kejari Jombang Tedhy Widodo kemarin. Penundaan sidang itu lantaran ada kegiatan mendadak yang harus dilakukan PN Jombang. Sehingga 25 jadwal persidangan yang harusnya berlangsung dalam sehari kemarin, tak seluruhnya terlaksana.

“Jadi di tengah proses persidangan ada jadwal telekonfrensi mendadak di PN, sehingga sebagian persidangan ditunda,” lanjutnya menyampaikan alasan. Tedhy, menyebut sidang untuk Mutik dijadwalkan kembali pekan depan dengan agenda yang sama. “Jadwal penundaan seminggu, jadi Kamis depan (6/8) baru sidang putusan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mutik, 37, ibu rumah tangga asal Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang diamankan Satreskrim Polres Jombang. Ini setelah aksinya melakukan penipuan jual beli kendaraan murah terbongkar. Polisi berhasil mengamankan sebanyak 17 kendaraan bermotor. Terdiri dari sembilan mobil dan delapan sepeda motor.

Modus operandi yang dilakukan pelaku menawarkan sejumlah unit kendaraan bermotor baru dengan harga miring dengan pembayaran tunai. Misal ada mobil yang harganya Rp 150 juta, dijual pelaku dengan harga Rp 125 juta untuk menarik pembeli.

Kedoknya akhirnya terbongkar, karena mobil yang dibeli secara tunai itu ternyata dikreditkan Mutik melalui leasing. Bahkan beberapa korban ditagih leasing kredit setelah beberapa bulan kemudian. Padahal korban membayar kendaraan itu cash (tunai).

Total 17 kendaraan bermotor jenis mobil dan sepeda motor disita polisi sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, Mutik dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman lima tahun penjara. Kepada petugas, Mutik mengaku tidak bekerja sendiri. Dalam persidangan terakhir, JPU menuntut hukuman sangat ringan hanya 1,5 tahun penjara. Setelah barang bukti yang disertaan hanya tiga unit sepeda motor.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia