alexametrics
Kamis, 06 Aug 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Aset Tanah Dipakai Makam, Pemkab Beri Dua Opsi untuk Pihak Pengguna

31 Juli 2020, 08: 50: 29 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Yuliah Utari, Kasubbag Keuangan dan Aset DLH Jombang.

Yuliah Utari, Kasubbag Keuangan dan Aset DLH Jombang. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Aset pemkab yang tercatat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, namun tercaplok untuk makam oleh pihak lain, akhirnya ditindaklanjuti. Pemkab memberikan hanya dua opsi pilihan dilakukan pembongkaran atau disewa seperti tanah umum.

Abdul Qudus Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Jombang, melalui Yuliah Utari Kasubbag Keuangan dan Aset menyampaikan, pertemuan dengan pihak pemakaman beserta camat dan desa sudah dilakukan. “Jadi kami sudah undang untuk menyaksikan dan pengecekan di lapangan bersama. Yang ditawarkan pimpinan hanya dua opsi, satu pembongkaran dan kedua sewa,” katanya Kamis kemarin (30/7).

Opsi tersebut tentu berbeda dengan sebelumnya. Semula,  saran dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang terdapat tiga opsi, ditambah dengan tukar guling tanah. Namun setelah dirapatkan bersama, mengerucut menjadi dua opsi. Alasannya, proses tukar guling tanah membutuhkan butuh waktu cukup lama. “Pimpinan mengingikan hanya dua opsi, karena tukar guling prosesnya rumit, bentuk lahan berubah sehingga butuh waktu panjang. Harus ada persetujuan DPRD dan sebagainya,” imbuh dia.

Atas dua opsi itu pihak pemakaman minta waktu untuk respon berkoordinasi. “Dari sana (pihak pemakaman, Red) minta waktu. Karena harus menelusuri ahli waris dahulu, setelah nanti ada respon bagaimana, baru kita tindaklanjuti lagi,” papar dia.

Berdasar pengecekan bersama dari delapan makam yang berjajar itu tercatat hanya enam yang masuk ke tanah aset Pemkab Jombang. “Jadi nanti mungkin hanya enam yang diproses. Namun ada dua yang belum ketemu ahli warisnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, aset pemkab yang tercatat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang sebagian tercaplok pihak lain. Yakni berupa makam. Sampai sekarang masih dilakukan pembahasan untuk menyelesaikan persoalan. Sebagian aset itu tercatat sebagai lapangan penimbangan pembuangan sampah. Lokasinya berada di belakang kantor dinas. Aset seluas 9.780 M2 itu sebagian yang sudah dipergunakan untuk makam oleh pihak lain. Aset tercaplok itu baru diketahui ketika pemkab mempersiapkan lahan yang digunakan untuk pemakaman pasien Covid-19 meninggal dunia.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia