alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Idul Adha, Bupati Mundjidah Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

30 Juli 2020, 12: 14: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Hari Raya Idul Adha di tengah pandemi Covid-19 disikapi serius Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Melalui Surat Edaran (SE) tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban, ia meminta semua masyarakat merayakan hari raya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Salat ied bisa dilakukan di masjid, musala atau lapangan, tapi tetap dengan protokol kesehatan ketat. Harus ada petugas khusus yang mengawasi penerapan protokol kesehatan ini,” ucap Bupati Hj Mundjidah Wahab.

Aturan lain seperti membatasi pintu masuk, pembersihan tempat ibadah, perlengkapan cuci tangan, hingga aturan jarak bagi jamaah juga dituangkan dalam SE itu. Ia menegaskan, hari raya kali ini tidak ada masjid yang ditutup. Semua masjid bisa menyelenggarakan salat id.

Ia juga meminta agar prosesi salat Idul Adha dan khutbah dipersingkat. “Tapi tanpa mengurangi syarat dan rukun, jangan mewadahi sumbangan atau sedekah jamaah dengan cara menjalankan kotak,” tegasnya. Semua anak-anak dan lansia diimbau yang rentan tertular tidak melaksanakan salat idul adha di masjid, musala atau lapangan.

Sementara untuk tata cara penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan membatasi jumlah orang yang datang ke masjid. Hanya panitia dan pihak yang berkurban. “Juga diatur dengan jarak dan jaga kebersihan,” tambahnya.

Panitia diminta untuk menggunakan baju lengan panjang, sarung tangan dan pakai masker. Bahkan harus dibedakan detail panitia bagian penanganan daging, tulang serta jeroan. “Panitia juga harus memerhatikan etika batuk, bersin atau meludah,” jelas orang nomor satu di Jombang ini.

Bupati juga meminta warga agar tidak berkerumun untuk menunggu bagian hewan kurban. “Jadi panitia yang mengantar per rumah, agar warga tidak berkerumun,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia