alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

APH Didorong Tindaklanjuti Nyanyian Waras soal Praktik Kotor Mutasi

30 Juli 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Nyanyian Waras Zainudin tentang praktik kotor dalam mutasi jabatan di media sosial facebook.

Nyanyian Waras Zainudin tentang praktik kotor dalam mutasi jabatan di media sosial facebook. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Nyanyian Waras Zainudin tentang praktik kotor dalam mutasi jabatan masih mendapat respons kalangan pemerhati kebijakan publik. Ahmad Sholikhin Ruslie mendorong agar aparat penegah hukum (APH) menindaklanjuti nyanyian Waras yang dikenal dekat dengan penguasa.

“Hal seperti ini nyata-nyata ada, itulah perlunya kecerdasan APH dalam membaca keadaan. Jangan bekerja hanya rutinitas dan menunggu laporan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (29/7). Menurutnya, adanya nyanyian yang disuarakan memalui media sosial itu bisa ditindaklanjuti.

 “Keadaan sudah berubah, tapi jangan sampai cara kerja masih tradisional. Delik seperti ini diperlukan APH, jadi tidak hanya duduk menunggu. Kuak informasinya lalu tindaklanjuti,” imbuh dia.

Menurut Sholikhin, seandainya penegak hukum masih belum bergerak, maka aka kekhawatiran bakal berdampak pada sistem pemerintahan yang kacau. “Memang permainan seperti ini sangat sistematis, tapi jika mau, sebenarnya sangat mudah untuk mengungkap,” sambungnya.

Dia pun mewanti-wanti agar praktik kotor dalam mutasi bakal berdampak cukup signifikan. Terutama pada kinerja setiap aparatur pemerintahan. “Jadi jangan anggap remeh permainan-permainan seperti ini. Karena akibatnya fatal. Minimal kualitas aparatur pemerintah tidak bisa mumpuni atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena mereka menduduki jabatan bukan karena kompetensi. Melainkan hasil kasak kusuk,” terangnya lagi.

Bukan tidak mungkin ketika sudah menduduki posisi yang diinginkan, bakal merembet ke hasil setiap kinerja. “Karena yang difikirkan bagaimana mengembalikan modal, bukan lagi bagaimana menyejahterakan rakyat. Di otaknya bukan program-program cemerlang yang muncul, tetapi bagaimana caranya bisa balik modal,” ungkap Sholikhin.

Karena itulah ia menilai semua pihak dinilai harus konsentrasi dengan munculnya nyanyian Waras tersebut. “Sekali lagi ini akan berpengaruh pada kualitas aparatur pemerintahan, kalau kualitas aparaturnya lemah maka sulit bisa membawa masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Sebelumnya, sindiran praktik kotor dalam mutasi pejabat  disuarakan Waras Zainudin yang dikenal sebagai orang dekat keluarga petinggi di Jombang. Sindiran ini diungkapkan melalui akun facebook pribadinya.  Ditemui Jumat (24/7) lalu, dia menyebut mutasi awal 2019 sudah terorganisir dan terstruktur laiknya jual beli barang. Untuk jabatan pun ada praktik jual beli.

Sementara itu, akun facebook Waras Zainudin terpantau statusnya non aktif. Saat dicari dalam kolom pencarian, akun tersebut juga tak ditemukan lagi. Ini terpantau sejak Senin (27/7) petang hingga Rabu (29/7) kemarin. Akun tersebut hilang dari facebook.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia