alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Meski Mengaku Sehat, Hasil Uji Swab Istri Wabup Jombang Dirahasiakan

30 Juli 2020, 05: 54: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi rumah dinas Wabup Jombang yang sepi dan tertutup usai istrinya reaktif rapid test.

Kondisi rumah dinas Wabup Jombang yang sepi dan tertutup usai istrinya reaktif rapid test. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Hasil uji swab istri Wakil Bupati Sumrambah, Ny Wiwin Isnawati masih dirahasikan. Hingga kemarin (29/7) hasil uji swab yang biasanya bisa diketahui sehari setelah pengambilan, belum disampaikan ke publik.

“Kami tidak bisa menyampaikan semuanya dalam forum terbuka, karena ada hak privasi yang harus kita jaga. Kita sudah sampaikan ke wabup terkait itu, termasuk hasil rontgen, laborat. Semuanya kita laporkan,” kata dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang, kemarin (29/7).

Ditanya tentang hasil uji swab istri orang nomor dua di Jombang ini Pudji enggan berkomentar lebih banyak. Ia juga tak menyatakan gamblang tentang hasil uji swab yang sudah keluar. Namun ia hanya memastikan semua hasil pemeriksaan terhadap Wiwin sudah diserahkan ke Wabup Sumrambah.

Dia menjelaskan, jika kondisi Ny Wiwin Sumrambah dalam keadaan sehat. Dari test radiologis dan laboratoris yang diikuti juga menunjukkan hasil cukup bagus. “Hasil rontgen bersih, tidak mengarah ke Covid-19,” ungkapnya. Meski begitu, dua hari sekali Wiwin harus menjalani pemeriksaan di RSUD Jombang.

Hasil wawancara tim medis dengan Ny Wiwin terkait jejak perjalanannya juga diketahui kalau mengaku tidak pernah bepergian ke luar kota selama pandemi. Termasuk tidak kontak dengan dua anggota TP-PKK yang sebelumnya sudah dinyatakan positif Covid-19. Namun ia tak memungkiri jika mengikuti beberapa kegiatan di sekitar Jombang.

“Banyak yang bilang karena arisan PKK itu juga tidak benar. Tidak ada kegiatan PKK belakangan terakhir. Beliau juga tidak kontak dengan dua anggota PKK yang sebelumnya sudah dinyatakan positif, hal tersebut juga dibenarkan Wabup,” tambah Pudji.

Hingga saat kondisi Wabup Sumrambah sehat meskipun  diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah. “Kondisi pak wabup dan ibu bupati sehat, hasil rapid test juga nonreaktif,” tegas Direktur RSUD Jombang ini.

Sementara itu, Ny Wiwin Sumrambah melalui video yang diunggah di instagram pribadinya, mengaku kalau dirinya dalam keadaan sehat. “Alhamdulillah sampai hari ini keadaan saya sehat-sehat saja, dan karena hasil rapid reaktif maka saya mengkuti serangkaian prosedur sesuai petunjuk RSUD Jombang,” ucapnya.

Dalam video berdurasi satu menit itu ia tampak mengenakan jilbab biru dongker dengan masker medis yang ia singkap ke bawah dagu. Suaranya terlihat jelas meski sedikit parau. Ia mengaku tidak mengalami gejala Covid-19 berlebihan. Hanya sedikit batuk. “Kecuali memang sedikit batuk yang mungkin membuat hasil rapid testnya reaktif,” tambahnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan jika serangkaian test yang diikutinya menunjukkan hasil cukup bagus. “Pemeriksaan paru-paru juga dinyatakan bersih,” pungkas dia.

Batasi Kegiatan Bupati dan Wabup

DI sisi lain, Bagian Humas dan Protokol Pemkab Jombang langsung membatasi kegiatan bupati dan wabup. Kegiatan yang diikuti hanya bersifat penting. Menyusul ada sejumlah pejabat berikut istri yang terkonfirmasi Covid-19.

“Tentu kegiatan kita batasi, hanya kegiatan penting dan tidak  melibatkan banyak orang,” ungkap Agus Djauhari Kabag Humas dan Protokol kemarin (29/7). Beberapa hari terakhir Wabup Sumrambah juga harus menjalani isolasi mandiri karena istri Ny Wiwin Isnawati juga dinyatakan reaktif.

Sedangkan kegiatan bupati sejauh ini hanya menghadiri peresmian kampung tangguh serta rapat-rapat penting yang digelar Gugas PP Covid-19 Jombang. Serta rapat lain dengan jumlah terbatas. “Seperti kemarin membahas juknis tentang hajatan, kita batasi kegiatannya, tapi  tetap memerhatikan kepentingan masyarakat, yang penting patuh protokol kesehatan,” tambahnya.

Saat ditanya kondisi Bupati Mundjidah Wahab dia secara tegas menyatakan sehat. Bupati sudah menjalani tiga kali rapid test. Termasuk belakangan juga kembali menjalani rapid test setelah sejumlah pejabat terpapar Covid-19. “Alhamdulillah semua hasilnya nonreaktif,” jelas mantan Camat Peterongan ini.

Di lapangan, pengamanan kegiatan bupati juga cukup ketat. Diantaranya mengatur jarak kerumunan dengan bupati, membatasi orang yang ingin berswafoto. Termasuk menyediakan hand sanitizer sebelum melakukan kegiatan seperti potong pita. Bahkan membungkus mikrophone yang digunakan bupati atau wabup sambutan dengan tisu tebal.

“Kita berlakukan keamanan seketat mungkin, mudah-mudahan bupati selalu sehat,” pungkas Agus.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia