alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Korban BAP Lagi di Polres Jombang, Kasus Penipuan Mobil Murah Lanjut?

30 Juli 2020, 06: 05: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Barang bukti hasil penipuan jual beli mobil murah yang dilakukan Mutik.

Barang bukti hasil penipuan jual beli mobil murah yang dilakukan Mutik. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Persidangan dengan kasus penipuan yang menjerat Mutik bakal menunggu vonis hari ini. Kendati demikian, sejumlah korban penipuan berkedok jual beli mobil murah ini kembali diperiksa dan di BAP.

Seperti pengakuan M Farhan, salah satu korban asal Kabupaten Mojokerto  yang mendatangi undangan penyidik dari Unit Tipidum Satreskrim Polres Jombang Selasa kemarin (28/7). “Ya, ini pemanggilan ketiga setelah saya melakukan dumas beberapa bulan lalu. Kemarin datang sekitar pukul 13.00 diperiksa selama 3 jam, pemeriksaannya di ruang Tipidum,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan itu, ia ditanya berbagai hal terkait kronologi pembelian mobil yang dibelinya lewat Mutik. Farhan sendiri merupakan korban Mutik yang membeli mobil Honda Brio seharga Rp 120 juta. “Saya beli di bulan Juli 2019, karena saya lihat harganya murah. Dan saya bayar cash, mobil juga datang ke saya,” lanjut dia.

Namun, masuk awal 2020, atau tujuh bulan setelah pembayaran cash itu, ia belum juga mendapat BPKB. Sebaliknya, justru pihak leasing mendatanginya dan menyetorkan tagihan tunggakan kendaraan.

“Ternyata dari uang Rp 120 juta itu yang Rp 50 juta diberikan Mutik ke leasing sebagai DP. Bahkan ada Rp 10 juta cashback juga dibawa dia. Saya ternyata harus mencicil mobil karena disitu ternyata kredit,” rincinya.

Selain dirinya, Farhan menyebut ada dua orang lagi yang dipanggil Satreskrim Polres Jombang Rabu kemarin (29/7). “Kalau hari ini (kemarin, Red) korban atas nama Tamunah dan Qoeim yang dipanggil, korban pembelian mobil juga,” imbuh dia.

Ia pun berharap pengusutan kasus ini terus berlanjut dan Mutik bisa dihukum seberat-beratnya atas penipuan yang ia lakukan. “Karena korbannya juga banyak. Di Mojokerto saja ada 6 orang termasuk saya,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Pidum Satreskrim Polres Jombang Ipda Zico Bintang Yanottama masih belum mau membeber detail hasil pemeriksaan. “Saya belum bisa jelaskan untuk sekarang, yang jelas masih berlanjut, dan saya akan koordinasikan hal ini sama penyidik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Mutik melakukan penipuan jual beli kendaraan murah. Sedikitnya ada 17 kendaraan bermotor yang diamankan.

Modus operandi yang dilakukan, pelaku menawarkan sejumlah unit kendaraan bermotor baru dengan harga miring dengan pembayaran tunai. Misal ada mobil yang harganya Rp 150 juta, dijual pelaku dengan harga Rp 125 juta untuk menarik pembeli.

Kedok itu akhirnya terbongkar setelah mobil yang dibeli para korban secara tunai ternyata dikreditkan Mutik melalui leasing. Bahkan beberapa korban ditagih leasing kredit setelah beberapa bulan kemudian. Padahal korban membeli dan membayar secara cash (tunai).

Total 17 kendaraan bermotor jenis mobil dan sepeda motor disita polisi sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, Mutik dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman lima tahun penjara. Namun pada sidang pembacaan tuntutan yang dilaksanakan secara virtual Kamis (23/7) lalu hanya menyebut 1,5 tahun penjara.

Sementara barang bukti yang disertakan hanya tiga unit sepeda motor. Padahal, kasus berkedok jual beli mobil murah ini menyita 17 kendaraan berbagai merk. Meliputi sembilan mobil dan delapan unit sepeda motor. Tentu saja, dengan pemanggilan sejumlah korban jelang pembacaan vonis ini memunculkan tanda tanya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia