alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sidang Kasus Pembunuhan Guru SMPN 1 Perak, JPU Terima Vonis Hakim

29 Juli 2020, 16: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sidang virtual kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak.

Sidang virtual kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Setelah sempat menyatakan pikir-pikir atas vonis majelis hakim untuk dua terdakwa pembunuh guru SMPN 1 Perak, jaksa penuntut umum (JPU) akhirnya memutuskan menyatakan menerima vonis hakim.

“Benar, akhirnya kami terima vonis hakim kemarin, itu keputusan JPU,” terang Tedhy Widodo, Kasipidum Kejari Jombang. Keputusan itu telah dibicarakannya dengan anggota JPU lain. Berkas pemberitahuan keputusan JPU tersebut juga telah diserahkan ke PN Jombang.

Tedhy menyebut, keputusan itu diambil lantaran pihak JPU menilai hukuman 16 tahun dan 8 tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Jombang untuk Wahyu Puji Winarno dan istrinya Sari Wahyu Ningsih sudah relatif pantas. “Meskipun di bawah tuntutan yang kita ajukan,” tambahnya.

Dengan keputusan menerima vonis hakim itu, lanjut dia, maka hukuman yang diberikan kepada pasutri pembunuh guru itu sudah inkrah. “Artinya upaya hukum sudah selesai, karena tidak ada banding,” tambahnya.

Atas keputusan ini pihaknya tak menampik bila akan ditanggapi banyak pihak dengan berbeda. Kendati demikian, pihaknya menyebut langkah hukum sudah diupayakannya maksimal. “Yang jelas kita sudah melakukan apa yang kita bisa. Kalau keluarga merasa belum terpenuhi rasa keadilannya seperti sebelumnya, kami tidak bisa berkomentar banyak,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wahyu Puji Winarno, 30, dan Sari Wahyu Ningsih, 21, pasutri terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak divonis dua pekan lalu (16/7). Dalam putusannya, hakim menjatuhkan hukuman masing-masing 16 tahun dan 8 tahun penjara untuk kedua terdakwa.

Putusan hakim ini lebih ringan empat tahun dari tuntutan jaksa yang menuntut keduanya dengan hukuman 20 dan 12 tahun penjara. Dalam pertimbangannya, hakim menyebut ada beberapa alasan terkait lebih ringannya hukuman dua terdakwa. Yakni meski menikmati hasil kejahatan, keduanya juga sudah melakukan permintaan maaf. Selain itu Sari, kini dalam kondisi hamil dan memiliki anak balita.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia