alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Periksa Sejumlah Kandang, Petugas Temukan Hewan Kurban Sakit

29 Juli 2020, 17: 45: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

DIPERIKSA: Petugas memeriksa gigi kambing yang belum powel di salah satu lapak peternak kemarin.

DIPERIKSA: Petugas memeriksa gigi kambing yang belum powel di salah satu lapak peternak kemarin. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Masyarakat yang hendak membeli hewan kurban hendaknya lebih berhati-hati. Sebab, ditemukan  sejumlah hewan kurban dalam kondisi sakit serta belum cukup umur. Ironisnya, hewan sakit tersebut masih diperjualbelikan.

”Ada beberapa kambing yang kita temukan kondisinya kurang sehat. Terlihat dari pantuan awal diare hingga lemas karena tak nafsu makan,” ujar drh Fedi Widayanto Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Jombang.

Semua hewan kurban yang sakit itu tidak boleh diperjualbelikan. “Disisihkan dulu dan diobati. Setelah sembuh boleh dijual. Karena ini berkaitan dengan kebutuhan hewan kurban yang memang harus sehat dan tidak cacat,” tambahnya.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan beberapa kambing yang belum cukup umur. Itu dilihat dari gigi kambing yang belum poel alias ganti gigi. ”Kita juga minta penjual untuk menunda, ini berkaitan dengan kebaikan masyarakat yang ingin membeli hewan kurban,” tegasnya.

Sementara itu, M Ali Mustofa pemilik lapak penjualan hewan kurban, mengaku akan menangguhkan kambing yang dinilai belum sehat dan belum cukup umur tersebut. ”Tidak apa apa nanti kami menunggu sembuh dulu,” ujar dia. 

Harga kambing yang dijualnya bervariatif, mulai Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Bergantung jenis dan bobot kambing. “Paling murah seperti jenis gibas rata-rata Rp 1 juta dan yang paling mahal Rp 5,5 juta,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia