alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Kerumunan Pelamar Kerja di Salah Satu Cafe Jombang Nyaris Dibubarkan

29 Juli 2020, 13: 39: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Seleksi lowongan kerja salah satu cafe di Jombang yang didatangi petugas Satpol PP Jombang.

Seleksi lowongan kerja salah satu cafe di Jombang yang didatangi petugas Satpol PP Jombang. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Tak menerapkan protokol kesehatan, tes seleksi lowongan kerja salah satu cafe di Jombang nyaris dibubarkan petugas Satpol PP kemarin (27/7). Sebab, kedatangan para pelamar itu mengakibatkan terjadinya kerumunan massa.

Pantauan di lokasi, kerumunan massa terlihat sejak siang hari. Para pelamar kerja yang rata-rata berusia muda ini tampak mengantre dengan berkerumun tanpa mempedulikan physical distancing. Kedatangan mereka untuk mengikuti seleksi pekerjaan di bidang usaha kuliner yang akan segera dibuka.

Salah satu pelamar Muhammad Abizahrin Alsaroh mengatakan, kerumunan massa diakuinya terlihat sejak dirinya datang pukul 12.00 WIB. Remaja asal Kecamatan Bandarkedungmulyo ini sebenarnya mengaku khawatir karena kerumunan. Namun dia tetap mengikuti tes seleksi karyawan karena memang sedang butuh pekerjaan. ”Tapi ya gimana, butuh kerja juga,” ujarnya.

Sementara, pengelola usaha Faris Julinar tak mengelak bila para pelamar yang datang mengakibatkan terjadi kerumunan massa. Ia mengaku tak bisa mengatasi banyaknya pelamar kerja yang datang ke tempatnya. ”Saya tidak menyangka antusias pelamar sebanyak ini. Tadi saya dan tim sudah ingatkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dikatakan, ada sekitar 75 pelamar yang datang. Secara bergantian, mereka mengikuti interview di ruang yang cukup sempit. Sehingga mereka memilih antre di emperan.  Kerumunan pelamar kerja ini pun menyita perhatian Satpol PP Jombang. Petugas langsung datang ke lokasi dan  melihat sendiri fakta mengabaikan physical distancing. "Ayo taati protokol kesehatan, jaraknya diatur. Kalau tidak, akan kita stop (Hentikan, red)," ujar salah satu petugas di lokasi.

Kepala Satpol PP Jombang Agus Susilo Sugioto membenarkan adanya kegiatan seleksi pekerjaan yang mengabaikan physical distancing. ”Laporan warga tadi langsung kita tindaklanjuti. Kita minta pihak penyelenggara menertibkan antrean,” ujarnya. Dia tak segan-segan akan membubarkan seleksi itu bila masih terjadi kerumunan massa lagi. ”Tadi kita beri peringatan. Besok kalau masih seperti itu akan kita bubarkan,” pungkasnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia