alexametrics
Kamis, 06 Aug 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ada TKD Terdampak Proyek Pariterong, Pemkab Koordinasi dengan BBWS

29 Juli 2020, 13: 32: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proyek sudetan Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) hingga kini belum ada kepastian progress.

Proyek sudetan Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) hingga kini belum ada kepastian progress. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Proyek sudetan Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) hingga kini belum ada kepastian progress. Salah satunya terkendala proses pembebasan lahan. Selain tanah warga, sebagian tanah kas desa (TKD) juga terdampak.

Sholahuddin Hadi Sucipto Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang membenarkan terkait sejumlah tanah kas desa terdampak proyek sudetan Pariterong. “Jadi data kami ini ada lima desa yang tanah kas desanya kena,” katanya dikonfirmasi Senin (27/7) kemarin.

Lima desa itu di antaranya, Desa Brambang, Pandanwangi, Balongbesuk, Godong, dan Desa Watugaluh. ”Keseluruhan masuk wilayah Kecamatan Diwek,” imbuhnya.

Meski tak mengetahui persis perkembangannya, dia menyebut sebelumnya sudah ada pertemuan antara pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan desa terdampak.

Dijelaskan, dalam pertemuan itu pihak balai besar menyampaikan adanya proyek terkait irigasi. “Kegiatannya mau ini, teknis selanjutnya ada di BBWS dengan Pertanahan (BPN, Red) Jombang bersama desa. Karena berkaitan pembebasan lahan yang kena berupa aset desa,” imbuh dia.

Karena terdampak lanjut dia, nantinya dilakukan proses tukar guling. Hingga kini, prosesnya masih berjalan. “Sekarang masih proses. Mungkin desa yang lebih faham luasan dan lokasinya, karena asetnya sana,” sambung dia.

Dalam hal ini, pihaknya sebatas memfasilitasi desa. Sebab untuk tukar guling aset desa prosesnya hingga Pemprov Jatim. “Jadi kami di DPMD ini memfasilitasi. Misalnya nanti mau melangkah ke gubernur, menindaklanjuti tukar guling aset yang kena itu,” terang dia.

Dikatakan, seluruh aset desa yang terdampak berupa lahan kosong. “Itu kan mau dibuat irigasi, jadi ya lahan kosong. Rencananya buat jalannya air, program pengairan dari pusat,” pungkas dia.

Sebelumnya, proyek pemerintah pusat Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) belum kelar sepenuhnya. Sampai saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan yang salah satunya penyelesaian tanah kas desa (TKD) terdampak.

Imam Bustomi Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang mengungkapkan, pembebasan lahan TKD yang terdampak masih dalam tahap penyelesaian. “Jadi belum ada kabar lagi, terakhir kemarin ada pertemuan membahas beberapa lahan yang mengenai TKD, lokasinya di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek,” katanya Jumat kemarin (24/7).

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia