alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Update Covid-19 di Jombang; 3 Kasus Baru, 1 Meninggal, 11 Sembuh

29 Juli 2020, 11: 31: 37 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Jumlah tambahan kasus baru positif Covid-19 masih muncul. Selasa kemarin (28/7) kemarin, terdapat tiga tambahan kasus baru dan satu orang meninggal dunia. Meski begitu, penambahan pasien sembuh lebih banyak hingga 11 orang.

“Benar, secara kumulatif pasien terkonfirmasi 507 atau bertambah tiga orang,” terang Budi Winarno Humas Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang. Tambahan pasien baru itu berasal dari Kecamatan Jombang, Jogoroto dan Kecamatan Megaluh. “Masing-masing kecamatan mencatatkan satu tambahan pasien,” lanjutnya.

Dengan tambahan itu Kecamatan Jombang makin kokoh menempati posisi kedua pasien terbanyak secara kumulatif 71 orang. Dengan rincian 31 orang dinyatakan sembuh, dua meninggal dunia dan 38 dalam perawatan.

Untuk Kecamatan Jogoroto, tambahan pasien baru ini membuat jumlah kumulatif menjadi 45 orang. Dengan 30 orang sembuh, enam meninggal dunia dan sembila masih dalam perawatan.  “Sedangkan untuk Kecamatan Megaluh pasien kumulatif menjadi 11 orang. Dengan rincian enam sembuh, dua meninggal dan tiga dalam perawatan,” rincinya.

Sementara untuk pasien sembuh, disebutnya dari enam kecamatan berbeda. Kecamatan Mojowarno dan Sumobito, menjadi kecamatan yang mencatat pasien terbesar, masing-masing tiga orang. Disusul Kecamatan Peterongan dengan catatan pasien sembuh dua orang.

“Sisanya dari Kecamatan Jombang, Tembelang dan Ngusikan masing-masing satu pasien sembuh,” tambahnya. Sedangkan pasien meninggal dunia datang dari Kecamatan Kesamben. Dengan tambahan itu, presentase kesembuhan untuk pasien Covid di Jombang kembali naik menjadi 68,4 persen atau 347 orang.

Tambahan pasien meninggal juga menjadikan angka presentase kematian naik 8,3 persen atau 42 orang. Sedangkan jumlah presentase pasien yang dirawat kembali menurun menjadi 23 persen atau 118 orang saja. “Rinciannya 64 isolasi mandiri, sisanya 54 dirawat di rumah sakit,” tegas Budi.

Sementara itu dalam seminggu terakhir, sejumlah rumah sakit penyangga yang merawat pasien Covid-19 di Jombang, mulai longar. Ini setelah mereka dinyatakan sembuh dan diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Data yang dihimpun menyebutkan, di RSUD Jombang hingga kemarin (27/7) hanya merawat 31 pasien. Begitu juga RSUD Ploso hanya merawat delapan pasien, RSK Mojowarno dua pasien dan RSNU Jombang dua pasien. Di RS Unipdu Jombang malah tidak ada pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat. Dari total 118 pasien yang menjalani perawatan itu 64 diantaranya isolasi mandiri. Selebihnya dirawat di rumah sakit luar Jombang.

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran mengakui jika keberadaan rumah sakit atau rumah sakit penyangga yang merawat pasien Covid-19 mulai longgar. Hal ini dikarenakan banyak pasien yang dinyatakan sembuh. ”Memang kuncinya ada di pemeriksaan PCR, semakin cepat kita uji, hasilnya lebih cepat diketahui,” ujar dia kemarin (28/7).

Selain itu, revisi kelima Keputusan Menteri Kesehatan mengenai kriteria kesembuhan pasien membuat kebijakan semakin longgar. ”Jadi yang sudah isolasi mandiri 14 hari kita pulangkan untuk isolasi mandiri di rumah,” tambahnya.

Selain itu, sesuai rekomendasi organisasi kesehatan dunia (WHO) bagi pasien tanpa gejala yang sudah menjalani isolasi mandiri 14 hari dapat dikatakan sembuh. Sebab, virus dalam tubuhnya dinyatakan inaktif atau tidak berpotensi menular setelah masa inkubasi sembilan hari. ”Namun berbeda kalau kasusnya sakit, maka harus tetap menjalankan perawatan sembari menunggu tes PCR,” jelas dia.

Melihat angka kesembuhan di atas 50 persen itulah seharusnya menurut Pudji zona Kabupaten Jombang berganti kuning. Namun sayang, kriteria zona itu ditetapkan melalui all record (perekaman keseluruhan) yang dilakukan Kemenkses. ”Harusnya kuning karena kesembuhan kita sudah 68 persen. Namun kita tidak bisa merubah status zona itu,” tandasnya.

Ia juga menyebut penambahan kasus positif beberapa hari terakhir cenderung menurun. Dia memprediksi, jika kurva darurat Covid-19 mulai ada tanda-tanda penurunan. ”Waktu dua minggu lalu, saat rapat dengan Dinkes, jika uji swab yang belum turun dari Surabaya sebanyak 100, namun sekarang sudah turun hasilnya, tidak banyak yang terkonfirmasi,” pungkas Pudji.

(jo/riz/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia