alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Rapid Test Reaktif, 20 ASN Pemkab Jombang Belum Terlihat Ada Gejala

29 Juli 2020, 11: 29: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rapid Test di gedung Pemkab Jombang beberapa waktu lalu.

Rapid Test di gedung Pemkab Jombang beberapa waktu lalu. (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sebanyak 20 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Jombang yang dinyatakan reaktif rapid test, hingga hari ke-7 dilaporkan belum ada gejala. Tim Gugas PP Covid-19 Jombang tetap meminta mereka melanjutkan isolasi hingga 14 hari ke depan.

Humas Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno menyampaikan, 20 ASN yang sedang menjalani work from home (WFH) karena isolasi mandiri dilaporkan dalam keadaan sehat. “Alhamdulillah dari hasil pemantauan mereka dilaporkan tidak ada gejala hingga hari ke-7 isolasi mandiri,” ujarnya.

Meski demikian, sesuai surat yang dikeluarkan Plh Sekdakab Jombang Eksan Gunajati, mereka harus tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. “Tetap isolasi mandiri sampai 5 Agustus mendatang,” tambahnya.

Karena belum ada gejala itulah maka mereka yang rapid test reaktif tidak diambil uji swab. “Kita lihat dulu perkembangannya. Kalau sehat dan tidak ada gejala hingga 5 Agustus, tentu tidak kita swab,” jelas dia.

Sementara itu, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 dr Pudji Umbaran mengungkapkan hingga kini masih tetap sembilan pasien dari kalangan pejabat dan istri yang dirawat. Mulai Sekdakab Akhmad Jazuli beserta istri Hj Nuriyatin, Kepala Dispendukcapil Masduqi Zakaria beserta istri Ny Diyah, Ny Sri Saleh (istri Kepala Dinsos), Kabag Pemerintahan Bambang Sriyadi beserta istri Ny Yayan, dr Heri Wibowo beserta istri Ny Ririn Probowati (Ketua Stikes Pemkab Jombang). “Sampai saat ini jumlahnya tetap, tidak ada penambahan,” ujar dia.

Disinggung kondisi kesehatan para pejabat dan istrinya itu ia menyebut semakin membaik. Baik Sekda Akhmad Jazuli yang dilaporkan sempat drop dan dr Heri Wibowo yang mengalami  pneumonia. “Kondisinya mulai stabil semua, baik pak sekda dan pejabat maupun istri pejabat yang lain,” tambahnya.

Namun, karena Covid-19 masih berada di dalam tubuh mereka kondisi suhu tubuh masih naik turun. “Ya karena demam, jadi ada sebagian yang sudah stabil dan ada yang masih naik turun,” pungkas Pudji.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia