alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tuntut Pembayaran THR, Buruh PT SGS Diwek Demo Lagi

29 Juli 2020, 11: 04: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Puluhan buruh pabrik PT SGS di Kecamatan Diwek kembali melakukan aksi demo, kemarin (27/7).

Puluhan buruh pabrik PT SGS di Kecamatan Diwek kembali melakukan aksi demo, kemarin (27/7). (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sejumlah buruh pabrik PT SGS di Kecamatan Diwek kembali melakukan aksi demo, kemarin (27/7). Kali ini, mereka geruduk Kantor Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) perwakilan wilayah Jombang. 

Aksi lanjutan buruh ke jalan ini buntut pembayaran THR yang belum ada titik temu. Secara beramai-ramai, mereka yang tergabung di Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) PT SGS ini melancarkan aksi dengan membawa poster dan bendera. Aksi teatrikal juga dilakukan dengan membawa alat peraga kranda mayat yang bertuliskan ‘Pengawas kerja bukan konsultan pengusaha’. Tak sedikit yang melakukan orasi bergantian.

”Ada tiga laporan pengaduan yang kami sampaikan. Satu terkait dengan pemotongan upah sebesar 30 persen yang terjadi Desember 2019, THR yang belum dibayarkan dan PHK sepihak,” ujar Fatkul Khoir, sekjen SPBI.

Untuk itu, ia ameminta pihak pengawas harus melakukan perhitungan tingkat kerugian atau kekurangan upah. Selain itu, pengawas juga melakukan pemeriksaan THR. ”Termasuk menindaklanjuti 16 pekerja yang dirumahkan,” katanya. Hingga hari ini masih ada 50 persen pembayaran THR  seluruh buruh yang belum terbayarkan.

”Kan yang dibayar cuma 50 persen dan itu tidak disepakati oleh serikat buruh. Jadi masih ada kekurangan pembayaran THR sebesar 50 persen,” terang Khoir. Untuk itulah ia mendesak pihak perusahaan agar segera melakukan pembayaran THR pada seluruh buruh. ”Kami menuntut pengawas agar turut mendesak perusahaan selain membayar THR, juga menghitung denda yang harus dibayar karena ada keterlambatan pembayaran,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang anggota pengawas Binwasnaker Korwil Jombang Khafid, mengaku akan menindaklanjuti laporan dari para buruh. Mengingat banyak persoalan yang muncul di PT SGS. ”Kita akan mendatangi perusahaan untuk melakukan verifikasi persoalan. Sebab, laporan yang masuk ini sifatnya informasi sepihak,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan akan memilah laporan yang masuk. Proses ini untuk memilah permasalahan sesuai dengan tugas dan kewenangan Binwasnaker. ”Kita laksanakan dulu keseluruhan, baru nanti kita simpulkan. Mana ranah pengawas, mana ranah dari Kabupaten (Disnaker Jombang, Red). Porsi saya pengawas yang mengarah ke pidana,” tegas Khafid.

Ia menyebut selama ini ada beberapa laporan yang masuk ke Binwasnaker dari PT SGS. ”Nah di PT SGS ada dua macam, tapi laporannya beberapa macam, THR sendiri, pemotongan THR, terus PHK, nah ini terus muncul permasalahan,” ucap dia. Semua laporan yang masuk mengaku sudah ditindaklanjuti. Hanya saja, permasalahan terus muncul sehingga perlu ada verifikasi untuk memilah laporan yang masuk.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia