alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Terinspirasi Film Kartun, Limbah Koran Disulap Jadi Miniatur Kapal

29 Juli 2020, 10: 58: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Di rumahnya, Edi Santoso membuat miniatur unik berbentuk kapal karam yang dibuat dari kertas koran bekas.

Di rumahnya, Edi Santoso membuat miniatur unik berbentuk kapal karam yang dibuat dari kertas koran bekas. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Membuat produk unik tidak harus dari bahan mahal. Edi Santoso warga Dusun Babatan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang misalnya, berkreasi barang bernilai tinggi hanya dari koran bekas.

JOMBANG – Di rumahnya, Edi Santoso membuat miniatur unik berbentuk kapal karam yang dibuat dari kertas koran bekas. Nampak, tumpukan koran dan alat-alat seperti gunting dan lem, kuas cat berserakan di atas meja.

Dia terlihat sibuk membuat miniatur kapal karam. Dengan cekatan, kertas koran yang dililit itu dibuat memanjang. Setelah itu, dibentuk sesuai model yang sudah ditentukan. Satu persatu kertas lilitan ditempel dengan menggunakan lem sehingga membentuk sebuah pola kapal.

”Memang yang paling sulit menempilkan lilitan yang satu dengan lainnya. Karena itu kunci dalam membuat miniatur kapal ini,” katanya mengawali perbincangan. Dia mengaku ini butuh kosentrasi selama proses pembuatan. Jika salah gergaji, maka bahan tidak bisa digunakan lagi. Setelah penggergajian selesai, pria berusia 40 tahun ini melakukan pewarnaan dengan menggunakan cat.

”Paling akhir dilakukan pengecetan agar miniatur terlihat seperti asli dan lebih menarik konsumen,” bebernya. Dia menyebut, miniatur kapal karam ini dibuat setelah terinspirasi saat melihat kartun One Piece. Apalagi bentuk kapal karam yang dilihatnya itu cukup unik dan belum ada yang membuat tiruan.

Selain itu, dirinya juga melihat tumpukan koran bekas yang tidak berguna. Sehingga muncul ide untuk membuat miniatur dari bahan koran bekas. ”Memang awal membuat cukup sulit, tapi lama kelamaan sudah biasa,” ungkapnya. Tak heran, dalam setahun terakhir, ia mulai menekuni pembuatan miniatur kapal karam. Bahan baku yang digunakan juga mudah didapatkan.

Meski begitu, pengerjaan miniatur kapal ini memerlukan waktu cukup lama. Untuk satu miniatur kapal karam dengan model lebih rumit, dirinya baru bisa menyelesaikan satu minggu.  ”Pekerjaan paling lama satu minggu, paling cepat dua hari tergantung modelnya. Karena saya kerjakan sendiri,” terangnya.

Saat ditanya harga jualnya, Edi tak mematok harga tinggi. Untuk kapal karam dia jual dengan harga antara Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu tergantung dengan model dan tingkat kerumitan. Pemasaran selama ini hanya melalui media sosial sehingga konsumennya juga ada yang berasal dari luar Jombang. ”Paling banyak pesanan dari Bali dan Jakarta,” pungkas bapak dua anak ini.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia