alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Pemkab Jombang Bolehkan Tempat Wisata dan Rumah Makan Beroperasi

Asal Patuhi Protokol Kesehatan Ketat

29 Juli 2020, 10: 55: 29 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pemkab Jombang berupaya meningkatkan potensi wisata di Jombang. Salah satunya, semua tempat wisata diharuskan memenuhi standar protokol kesehatan sehingga aman untuk wisatawan saat berkunjung. Bupati meminta, potokol kesehatan di masa pandemi menjadi hal yang harus diperhatikan.

“Mulai area masuk sampai ruangan harus memenuhi protokol kesehatan, bahkan harus disiapkan ruang isolasi untuk pengunjung yang dalam keadaan tidak sehat,” ucap Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab kemarin.

Bupati juga menyampaikan, tempat wisata hingga rumah makan sudah bisa beroperasi kembali dengan memerhatikan aturan yang ada. Sebagaimana dalam Perbup No 34 tentang Pengendalian Pandemi Covid-19 di Jombang. “Tidak ada larangan, asal sudah sesuai dengan ketentuan aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan memenuhi aturan yang berlaku,” tambahnya.

Ia menyebut ada pembatasan jumlah pengunjung. Maksimal pengunjung 50 persen dari kapasitas maksimal. Baik yang disediakan rumah makan maupun tempat wisata. “Dengan demikian akan sesuai dengan protokol kesehatan. Kemarin kita sudah bahas dan rumuskan bersama,” tutur bupati perempuan pertama di Jombang ini.

Disampaikan, ada 13 syarat yang harus dipenuhi pelaku wisata jika ingin buka kembali. Diantaranya pengumuman jam kunjungan, menyediakan Thermogun, marka antrean di loket masuk, fasilitas cuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, serta jaga jarak fisik di lokasi usaha. Lebih dari itu, banner berisi himbauan untuk membawa perlengkapan  salat dan makan sendiri tetap harus disediakan.

Termasuk alat dan bahan desinfektan. Harus memiliki alat komunikasi dan informasi cepat seperti HT. Selain itu, setiap tempat wisata atau rumah makan harus menyediakan ruangan khusus kesehatan, ruang terbuka untuk senam dan pengarahan untuk pekerja dan pengunjung.

Termasuk menyediakan APD, tempat sampah nontangan dan khusus bekas APD sendiri. “Serta pengumuman peningkatan imunitas, pendataan informasi dan kontak untuk pengunjung grup. Termasuk kontak fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia