alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Budidaya Ikan Hias; Perawatan Mudah, Manfaatkan Pekarangan untuk Kolam

28 Juli 2020, 12: 07: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Budidaya ikan hias yang dilakukan salah satu warga Dusun Kedungpapar, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben.

Budidaya ikan hias yang dilakukan salah satu warga Dusun Kedungpapar, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Ikan Hias banyak digandrungi warga. Tidak jarang mereka rela merogoh kocek besar untuk mendapatkan ikan hias yang mereka sukai. Adalah Setya Bhakti, 42, warga Dusun Kedungpapar, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben sukses membudidayakan ikan hias. Tak hanya Setya, anaknya pun ikut-ikutan menggemari budaya ikan hias.

Tepatnya sudah hampir tujuh tahun lalu, keluarganya menggeluti budidaya ikan hias. Selain karena hoby, dia budidaya penjualan ikan hias, dia bisa merapu untung banyak.

Tampak di sekeliling halaman rumahnya dipenuhi kolam ikan berbagai  ukuran. Ada puluhan kolam berbagai ukuran di sekeliling rumah ini.

Setiap kolam, juga diisi ikan dengan jenis masing-masing. ”Ini ikan hias, rata-rata jenis koi, ada yang enis lobster juga, intinya seluruhnya ikan hias,” ucap Syafira Insani Laila Fajri, 19, anak Setya.

Sudah tujuh tahun terakhir, keluarganya ini aktif menjadi pembudidaya ikan hias. Ikan hias jenis balon, guppy, cupang hingga ikan koi dibudidayakan.

Selain perawatan yang cukup mudah, ia juga menyebut usaha ini cukup menjanjikan sebab, dari penjualan ikan hias, dia mendapatkan omzet lumayan.

Terlebih, untuk beberapa ikan unggulan semacam koi kawari. ”Ikan Koi kawari ini memang saat ini jadi unggulan. Harganya bagus karena memang banyak peminatnya,” lanjutnya.

Ikan ini, disebutnya memiliki daya tarik tersendiri, khususnya pada sisik ikan yang bentuknya besar dan berkilauan jika terkena lampu.

Tak heran, ikan jenis ini berharga mahal di pasaran. Selain diburu penghobi, ikan jenis ini disebut Syafira juga sering digunakan sebagai hiasan di ruangan juga di ruang terbuka. ”Bahkan kami menjualnya dengan harga per sentimeter. Kalau sekarang harganya Rp 5 ribu per sentimeternya, makin besar ya tentu makin mahal juga harganya,” tambahnya.

Sementara untuk jenis ikan lain, Syafira menyebut harganya bisa sangat bervariasi. Misalnya, untuk ikan guppy dibanderol Rp 1.500 per ekor, ikan balon ukuran standar dihargai Rp 800 dan ikan cupang seharga Rp 2.000 per ekor hingga Rp 150.000. ”Tergantung jenis, semakin langka pasti juga semakin mahal,” lontarnya.

Pandemi, Pesanan Malah Naik

Di Tengah pandemi Covid-19, banyak pengusaha mengeluhkan sepinya order. Hal ini tidak berlaku bagi pembudidaya ikan hias. Justru sebaliknya, masa pandemi mereka kejatuhan berkas, sebab permintaan ikan hias ramai.

”Kalau dibandingkan hari biasa, sepanjang pandemi ini pesanan ikan hias malah naik. Mungkin karena lebih banyak orang yang aktivitas di rumah, sehingga memelihara ikan hias jadi alternatif,  buat hiburan juga,” terang Syafira, kemarin.

Tak tanggung-tanggung, persentase peningkatannya cukup tinggi. ”Sebelum pandemi rata-rata sebulan dapat omzet Rp 10 juta-an. Semenjak pandemi justru naik kisaran Rp 20 juta – Rp 25 juta,” terangnya.

Salah satu faktor ramainya permintaan ikan hias tidak luput dari keuletan Syafira memasarkan produknya. Selain dari mulur ke mulut, Syafira juga memanfaatkan sosial media sebagai media promosi.

Terlebih, Syafira juga punya langganan sejumlah penjual ikan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. ”Punya pelanggan, dikirim ke toko-toko penjual ikan, khsusunya Surabaya,” terangnya.

Selain wilayah jawa timur, sejumlah pelanggannya juga ada yang datang dari wilayah Jawa Tengah termasuk dikirim sampai Jakarta. ”kan kita pasarkan dari medsos juga,” imbuhnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia