alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Akhirnya, Kasus Covid-19 di Jombang Tembus 502 Kasus

27 Juli 2020, 15: 47: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Persebaran kasus Covid-19 di Jombang terus bertambah. Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang sampai Minggu (26/7) pukul 14.00 ada penambahan lima kasus baru terkonfimasi positif, sehingga jumlah kumulatif menjadi 502 kasus.

”Benar, secara kumulatif ada 502 orang yang terkonfirmasi, artinya ada pertambahan 5 orang dari Sabtu (25/7) sebelumnya yang jumlahnya 497 orang,” terang Budi Winarno, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid-19 Kabupaten Jombang.

Lima pasien itu, disebut Budi juga merupakan hasil swab lama. Kelimanya berasal dari Kecamatan Diwek, Jombang, Sumobito, Mojoagung dan Kecamatan Perak. ”Masing-masing kecamatan itu mencatatkan tambahan pasien satu orang,” lanjutnya.

Selain tambahan lima pasien positif, grafis pasien sembuh juga terus menunjukkan peningkatan. Data yang dirilis, terdapat tujuh pasien dinyatakan sembuh. Tiga di antaranya  berasal dari Kecamatan Peterongan, dua pasien dari Kecamatan Tembelang. Dan dua lagi penambahan pasien sembuh masing-masing dari Kecamatan Bandarkedungmulyo dan Kecamatan Perak.

Selain itu, pasien positif yang meninggal juga bertambah juga satu orang berasal dari Kecamatan perak. ”Sehingga total pasien yang meninggal kini jumlahnya 40 orang,” imbuhnya.

Dengan tambahan ini, persentase kesembuhan pasien naik menjadi diangka 64,1 persen, atau total 322 orang. Sementara 40 pasien meninggal itu, juga meningkatkan nilai persentase kematian pasien menjadi 8 persen.

Sedangkan pasien yang dirawat, persentasenya 27,9 persen atau 140 orang dari 502 pasien positif yang tercatat. ”Rinciannya untuk yang masih dalam perawatan, sebanyak 82 isolasi mandiri, sisanya 58 orang dirawat di rumah sakit dan rumah isolasi,” pungkasnya.

13 Pasien Positif Jalani Perawatan di RSUD Ploso

SEMENTARA, jumlah pasien yang dirawat di RSUD Ploso juga terus menurun. Sampai kemarin tercatat ada sekitar 13 pasien yang membutuhkan perawatan di RSUD Ploso.

”Yang masih di rumah sakit artinya kondisinya masih belum stabil, masih butuh perawatan dan belum memenuhi syarat pemulangan,” ungkap dr Iskandar Dzulqornain, Direktur RSUD Ploso.

Dia menambahkan, semua pasien yang masih dirawat di rumah sakit artinya masih tergolong pasien konfirmasi dengan gejala, sehingga butuh perawatan intensif. Sedangkan pasien tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Menurutnya, isolasi mandiri saat ini memang diperbolehkan. Jika isolasi mandiri tidak memungkinkan, baru pasien Covid-19 tanpa gejala bisa menjalani isolasi di tempat yang disediakan desa kecamatan atau kabupaten.

Disebutkan, kondisi tidak memungkinkan misal, rumah terlalu pasien terlalu kecil dan jumlah kamar terbatas. Pasalnya, pasien Covid-19 membutuhkan ruangan khusus yang tidak tercampur dengan anggota keluarga lain, sehingga tidak menularkan virus kepada keluarga lainnya.

”Kan butuh kamar sendiri, jika rumah terlalu kecil atau penghuninya banyak, atau masyarakat yang belum kondusif, ya solusinya harus jalani isolasi di tempat karantina masal,” tambahnya.

Saat ini RSUD Ploso juga sudah punya fasilitas mesin PCR, dan  segera digunakan. Iskandar memperkirakan, Selasa (28/7) atau Rabu (29/7) mesin PCR milik RSUD Ploso sudah bisa digunakan. ”PCR di RSUD Ploso sedang persiapan akhir. Insyaallah Selasa atau Rabu mulai operasional,” jelasnya.

Ada beberapa orang yang akan diprioritaskan untuk periksa, salah satunya tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Ploso. ”Tenaga kesehatan menurut panduan memang harus menjalani uji swab, termasuk kiriman dari luar RSUD Ploso atas permintaan Dinas Kesehatan Jombang juga,” pungkasnya.

(jo/riz/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia