alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Pandemi Covid-19, Permintaan Hewan Kurban di Jombang Turun Drastis

27 Juli 2020, 15: 36: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu kandang sapi di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan.

Salah satu kandang sapi di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Empat hari jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah, permintaan hewan kurban sapi masih lesu. Dibanding tahun lalu, penurunan permintaan ditaksir mencapai 50 persen. Salah satunya dampak Covid-19.

Moch Choirul Amin, 49, salah satu pedagang sapi asal Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan mengatakan, sejak pandemi Covid-19, penjualan sapinya turun drastis.

”Biasanya kalau sekalian stok kirim luar kota bisa hampir 150 ekor. Sekarang tinggal 50 an ekor. Kirim ke Bandung sebagian, kebutuhan lokal Jombang sebagian dan kadang kala ke Surabaya. Pembeli Surabaya ini masih 2 ekor yang beli. Biasanya 10-an ekor,” ujarnya.

Amin dia menambahkan, sejumlah pelanggan tetap  yang biasanya mengambil hewan kurban darinya, sekarang tak ada kabar. ”Banyak yang tidak kurban gara-gara pandemi Covid-19. ”Biasanya ormas keagamaan, lembaga sekolah di wilayah Babat Lamongan ambil dari saya,  sekarang tidak ada ambil,” bebernya.

Biasanya, setiap Idul Adha dia banyak kebanjiran order permintaan hewan kurban. ”Wilayah lokal Jombang saja biasanya bisa jual lebih dari 45 ekor. Ini untuk konsumsi kurban masih laku 11-an ekor,” katanya

Ditanya terkait harga jual sapi kurban, disebutnya menyesuaikan jenis, bobot. ”Ada yang bobot sekitar 3 kuintal hingga 1 ton lebih. Kalau harga mulai Rp 17,5 juta hingga Rp 80 jutaan juga ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Imam Sutrisno Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, tak menampik permintaan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban di Kabupaten Jombang. ”Mulai tanggal 23 kemarin kita sudah melakukan pemantauan kesehatan,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, pemantauan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga H-1 Idul Adha. Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dokter hewan di masing-masing kecamatan untuk melakukan pemeriksaan di kecamatan masing-masing. ”Pemantauan kesehatan ini sampai tanggal 29 mendatang,” katanya.

Dari hasil sementara pemeriksaan yang sudah dilakukan petugas, belum ditemukan hewan kurban bermasalah. Bahkan untuk penularan Covid-19 pada hewan kurban juga tidak ada. ”Kalau Covid-19 tidak bisa menular dari manusia ke hewan atau sebaliknya,” pungkas Imam.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia