alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Galian C di Ngoro Marak, Warga Sekitar Pertanyakan Izin Operasi

27 Juli 2020, 15: 33: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas galian C di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro.

Aktivitas galian C di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG– Warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro mempertanyakan aktivitas pertambangan galian C baru di wilayahnya. Sebab, selain berdampak pada kerusakan lingkungan, diduga kegiatan penambangan dilakukan secara ilegal alias belum mengantongi izin.

”Itu galian baru. Kayaknya belum lama beroperasi,” terang K, salah satu warga sekitar yang meminta namanya disembunyikan.

Dia menambahkan, lokasi kegiatan galian baru berada di area lahan pertanian produktif. Setelah sempat berhenti beberapa saat, aktivitas penambangan kembali aktif, bahkan dalam kapasitas lebih besar. ”Memang sempat berhenti, tapi sekarang aktif kembali,” ungkapnya.

Mengingat dampaknya banyak dikeluhkan petani, warga berharap ada perhatian serius dari pemkab dan aparat penegak hukum. ”Harusnya di situ tidak pas kalau dibuka kegiatan galian, kasihan petani sekitar ikut terdampak,” bebernya.

Terlebih jika kegiatan penambangan itu ilegal, warga berharap aparat penegak hukum menindak tegas. ”Dampaknya yang jelas ke petani, khususnya berkaitan jaringan irigasi. Karenanya jika kegiatannya ilegal, harus dihentikan. Kalau hanya disidak, paling berhenti sesaat, setelah itu beroperasi kembali,” tegasnya.

Terpisah Nana Febrianti Kepala Desa Genukwatu membenarkan adanya aktivitas galian C baru di wilayahnya itu. ”Itu sudah berhenti, terus setelah itu  tiba-tiba muncul aktivitas lagi,” bebernya.

Dikonfirmasi terkait izin kegiatan penambangan, Nana tidak bisa memastikan. ”Kalau itu saya tidak tahu, soalnya tidak pernah ke desa. Kami hanya sebatas mengetahuinya saja,” ungapnya.

Dia berharap ada perhatian dari pihak terkait, terlebih jika kegiatan galian C ilegal dilakukan tanpa izin. ”Kalau memang tidak mengantongi izin dan merusak lingkungan, harapannya segera dilakukan penindakan,” singkatnya.

Sementara itu, saat mencoba menghubungi melalui selulernya Amin Kurniawan, Kabid Konservasi DLH Kabupaten Jombang belum merespons. Meski terdengar nada sambung aktif, namun upaya telepon wartawan belum ada jawaban.

Begitupula saat mencoba menghubungi melalui pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp juga belum ada jawaban.

Pantuan di lokasi kemarin (26/7), terlihat ada satu alat berat di lokasi kegiatan yang berada di tengah sawah. Mesti tidak ada ativitas penggalian, terlihat beberapa orang berjaga di sekitar alat berat.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia