alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Diduga Depresi, Warga Banjardowo Jombang Nekat Bunuh Diri

26 Juli 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petugas mengamati kondisi jenazah Kasiari, 39, warga Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Petugas mengamati kondisi jenazah Kasiari, 39, warga Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. (IST/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Diduga depresi dan gangguan jiwa, Kasiari, 39, warga Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Jumat malam (24/7).  

“Kejadian diketahui sekira pukul 21.30 Jumat malam, saksinya orang tua korban sendiri,” terang Kapolsek Jombang Kota AKP Wilono. Kejadian ini bermula saat Jumat, Kasiari ditinggal orang tuanya ke Blitar untuk menghadiri acara keluarga.

Berangkat sejak pagi, Kasmadi, 70, orang tua Kasiari bersama sejumlah anggota keluarganya baru pulang Jumat malam. Saat hendak masuk rumah, Kasmadi curiga dengan kondisi rumah yang masih dalam keadaan gelap. “Kemudian masuk rumah dan menyalakan lampu. Malam itu, beliau juga mencari anaknya yang tidak di rumah,” lanjutnya.

Kasmadi sempat mencari keberadaan anaknya ke beberapa rumah tetangga. Namun hasilnya nihil. Hingga beberapa menit kemudian, ia menemukan anaknya sudah dalam kondisi meninggal di gudang kayu belakang rumah induk. “Saat ditemukan, korban sudah meninggal, mengenakan baju lengkap dan tergantung di kabel telepon yang dikaitkan di kuda-kuda gudang,” imbuh Wilono.

Polisi datang beberapa menit kemudian setelah mendapat laporan. Dibantu warga, jenazah Kasiari dievakuasi dari gudang dan langsung dilakukan visum. “Hasilnya, korban dipastikan meninggal dunia karena bunuh diri, dan tidak ada tanda kekerasan,” tambahnya.

Ia menduga motif korban melakukan bunuh diri lantaran depresi. Hal ini dikuatkan dengan pengakuan dari keluarga korban. “Korban sempat dirawat di RSJ Lawang beberapa tahun lalu, kemungkinan besar ini yang mendasari bunuh diri,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia